Buku Sastra yang Mudah Dibaca

Istilah sastra identik dengan karya-karya yang filosofis, simbolis, dan memiliki gaya bahasa tinggi. Karya sastra memang punya peran penting bagi peradaban, penulis-penulisnya kerap menjadi sosok yang diagungkan. Penghargaan Nobel yang bergengsi juga memiliki segmen khusus untuk mengapresiasi kategori sastra. Maka tak heran jika sastra cenderung memiliki penggemar yang eksklusif. Tak semua orang suka membaca karya sastra. Kebanyakan orang lebih memilih bacaan yang mereka anggap ringan untuk mengisi waktu luang. Ini sah-sah saja karena bagi banyak orang, kegiatan membaca itu adalah untuk relaksasi dan menenangkan pikiran, bukan justru untuk menambah mumet pikiran. Tak heran pula jika buku sastra tidak selaris buku genre populer lain yang banyak beredar di pasaran.

literature-tuition-online-singapore

“Sastra itu rumit.”

“Duh, saya gak ngerti kalau bahas buku sastra. Gak kesampean.”

Kalimat-kalimat bernada demikian sering saya dengar. Sebetulnya gak baca buku sastra dan lebih memilih buku populer juga gak apa sih. It’s a matter of preference. Yang kenapa-kenapa itu kalau gak baca buku sama sekali, kan bisa runtuh generasi kita nanti. Hehehe.

Jadi, sastra itu rumit apa enggak? Continue reading

Advertisements

Waroenk Idea Rooftop: Tempat Nyantai di Tengah Kesibukan Kota Bandung

Sebagai kota besar dan inovatif, Bandung memang kota yang terbilang sibuk. Salah satu area kota Bandung yang sibuk adalah Kiaracondong. Selain merupakan daerah padat penduduk, area ini juga merupakan area industri. Di sini banyak sekali perusahaan, mulai dari UKM sampai korporat besar, dari perusahaan start up yang baru muncul, sampai perusahaan yang sudah lama malang melintang. Di area ini juga terdapat stasiun kereta api  dan tempat-tempat berbelanja yang juga tak kalah ramai.

IMG20180427143447Nah, kalau teman-teman kebetulan singgah ke area Kiaracondong dan merasa agak penat dengan kesibukannya, tak perlu menanti akhir pekan atau hari libur tiba untuk refreshing ke tempat yang jauh. Apalagi kalau liburnya cuma sehari, belum macetnya, yah….pulang-pulang malah capek yang ada. Mending gak kemana-mana deh. Tapi kita tetap bisa bersantai dan refreshing di Kiaracondong kok, asal menemukan tempat yang tepat aja dan tempat itu adalah Waroenk Idea Rooftop. Teman-teman cukup melipir aja ke Jl. Ibrahim Adjie No. 414, persis di pinggir jalan area Kiaracondong yang ramai itu. Hanya beberapa meter dari Borma Kiaracondong, Waroenk Idea ada di rooftop alias atapnya Idea’s Hotel. Tinggal masuk lobby, naik lift ke lantai 3, terus naik tangga ke lantai 4 dan jreng jreeenggg….

Continue reading

Cita Rasa Jepang di Ban-Da Ramen Kitchen Bandung

Cuaca Bandung yang sering mendung memang suka bikin perut gampang keroncongan. Ada banyak pilihan makanan di Bandung, tapi yang cocok buat menemani cuaca yang mellow begini sih enaknya makanan hangat berkuah. Misalnya, ramen. Menu olahan mie ala Jepang ini memang enak disantap pas hujan. Bayangin pas dingin-dingin kita berhadapan dengan semangkuk panas kuah gurih berisi mie ramen yang kenyal, slruuuppp!!!

IMG20180426171844

Kebetulan ada warung ramen yang baru rilis beberapa waktu lalu, namanya Ban-Da Kitchen yang berlokasi di Jl. Cibadak No. 111, persis di antara area pertokoan Cibadak. Kalau misalnya teman-teman habis belanja, bisa banget ngaso dulu di sini. Apalagi pas kejebak hujan, mending neduh dulu sambil nyeruput semangkuk ramen. Hehehe…. Continue reading

Bluebell: Pertemuan dengan Cinta yang Plin-Plan

bluebell

“Love is not what you find,

Love is what finds you.”

Begitulah isi tagline film yang belum lama rilis ini. Kalau dari tagline-nya sih sudah ketahuan bahwa ini film percintaan alias romance. Not really my cup of tea, tapi kebetulan pekan lalu saya diajak nonton oleh Teh Ratri bareng beberapa blogger sekaligus meet and greet para pemainnya. Yah, saya butuh refreshing juga sih, pengen hiburan yang gak bikin terlalu mikir gitu. Jadi, saya arungilah sore yang bergerimis itu menuju Empire XXI BIP.

Oke, langsung ke bagian filmnya aja dulu yah.

Continue reading

The Shape of Water – Cinta yang Tak Mengenal Bentuk dan Rupa

Acara penghargaan film bergengsi Academy Awards ke-90 selesai digelar awal Maret lalu. Salah satu film yang banyak dibicarakan adalah The Shape of Water (TSoW). Film tersebut memenangkan empat kategori – Best Picture, Best Director, Best Production Design, Best Original Score – dari tiga belas nominasi. Awalnya TsoW hanya dirilis terbatas di festival-festival film, tapi karena diterima dengan cukup baik oleh masyarakat, TsoW pun kini tayang di bioskop-bioskop di hampir seluruh dunia.

m-theshapeofwater

pict.: georgekelley.org

Continue reading

Kesedihan dalam Buku Anak dan Kesedihan dalam Diri Anak

boy-reading-resized-750x325

pict.: greatschool.org

Tanggal 02 April kemarin adalah Hari Buku Anak Sedunia yang bertepatan dengan ulang tahun penulis cerita anak asal Denmark, Hans Christian Andersen. Kemarin saya sempat mengobrol sekaligus menyimak diskusi ringan di beberapa media soal buku anak ini dan mau tak mau mengingatkan saya akan masa kecil serta masa kuliah saya yang beberapa kali membuat saya berkutat dengan hal-hal terkait buku anak.

Saya juga sempat menemukan beberapa artikel menarik dari beberapa media dan pemerhati sastra anak luar yang menarik. Salah satunya adalah mengenai anggapan apakah cerita dalam buku anak itu harus selalu bahagia?

Continue reading

Bernostalgia dengan Rubrik Throwback di IDN Times

“Wish we could turn back time, to the good old days

When our momma sang us to sleep, but now we’re stressed out.”

(Twenty One Pilots – Stressed Out)

Hhhh…kayaknya semua orang setuju deh kalau semakin bertambah usia seseorang, semakin banyak hal yang harus ia hadapi. Rasanya jadi orang dewasa itu gak enak. Kita jadi sadar betapa indahnya masa kecil kita dulu, ketika hal yang kita khawatirkan masih sebatas PR matematika dan hal yang bikin kita emosi adalah huruf “N” dari permen Yos*n yang gak ketemu-ketemu.  Wkwkw. Tetapi seperti kata pepatah klasik: no pain, no gain. Bagaimanapun kita harus melanjutkan hidup dan berjuang menghadapi segala masalah yang ada. Huhu… Eh, tapi menjadi dewasa bukan berarti kita harus selalu bersikap serius dan berorientasi ke depan terus, lho. Sesekali kita juga berhak relaksasi dan santai-santai kok. Masa lalu bolehlah sesekali kita tengok, baik itu buat mengenang hal-hal yang indah atau belajar dan introspeksi dari kebodohan yang pernah kita lakukan hahaha.

giphy2

Ketika medsos isinya berita adu domba dan nyinyiran semua… Yang bener aja, lo?

Begitu pula soal membaca artikel. Membaca artikel di sebuah portal berita memang bikin kita pintar dan selalu terbaharui alias up to date terhadap peristiwa yang terjadi. Tapi lagi-lagi kalau bacaanya serius terus lama-lama mumet juga. Emang gak capek apa serius terus? Continue reading