Perjuangan Hidup Sehat Si Anak Rantau

source: bigbitesphotography.com

Sudah bertahun-tahun saya hidup jauh dari orang tua. Status sebagai anak kos pertama kali saya sandang ketika memasuki SMA. Saya yang lahir dan tumbuh di sebuah desa kecil di perbatasan Jabar dan Jateng, harus bersekolah di kota yang jarak perjalanannya menghabiskan waktu sekitar 4 jam pergi-pulang. Meski masih berada dalam satu kabupaten, saya memutuskan untuk ngekos. Selepas SMA, status anak kos saya masih berlanjut. Saya diterima sebagai mahasiswa Unpad, alhasil saya pun harus benar-benar pindah dan merantau dalam waktu yang cukup lama.

Satu hal yang paling sering menjadi masalah anak perantauan adalah pola makan. Ini pula yang selalu menjadi kekhawatiran para orang tua. Apakah anaknya di sana makan makanan sehat dengan teratur seperti halnya ketika di rumah? Sebagai perantau yang sudah jadi anak kos bertahun-tahun, jujur saya akui bahwa hal tersebut agak susah dijalani.  Continue reading

Advertisements

Ngopi di 25 Coffee & Kitchen, Kafe Kece di Bandung Timur

Kita semua sudah tahu akhir-akhir ini jalanan kota Bandung kian macet, hampir tak beda jauh dengan Jakarta. Saat hari biasa saja macetnya sudah bikin gerah, apalagi saat akhir pekan dan hari libur, macet parah bisa sampai puluhan menit kendaraan sama sekali gak bergerak. Situasi macam ini mungkin membuat banyak orang merasa malas untuk keluar rumah, terutama bagi orang introvert seperti saya :D. Akan tetapi ada saatnya kita merasa jenuh dan ingin menikmati suasana di luar, yah…sekadar ngopi-ngopi santai sambil wifi-an atau ngumpul bareng teman. Nah, kebetulan ada kafe yang seminggu lalu baru saja grand launching dan saya sangat rekomendasikan buat dijadikan sebagai alternatif tempat nongkrong yang kece, namanya 25 Coffee & Kitchen.

Continue reading

Review: Animal Farm by George Orwell

24945435Animal Farm by George Orwell

My Rating: 4 of 5 stars

Novel ini pertama kali terbit pada tahun 1945 dan merupakan sebuah bentuk kritik terhadap totaliterisme Uni Soviet pada masa PD II. Meski telah berusia puluhan tahun, novel yang melejitkan nama George Orwell di dunia kesusasteraan ini masih laris dibaca. Karena memang, salah satu keistimewaan sebuah karya sastra adalah relevansi isu atau temanya yang tak lekang oleh jaman.

Dalam novel ini, Orwell menciptakan sebuah alegori politik yang disampaikan secara satir. Dikisahkan bahwa pada suatu hari terjadi pemberontakan oleh para binatang di Peternakan Manor. Dipimpin oleh dua ekor babi, Napeoleon dan Snowball, para binatang ternak itu berusaha memerdekakan nasib kaum binatang dari perbudakan yang dimanfaatkan manusia. Continue reading

Tak Ada Sastra Hari Ini

source: pexels.com

Sepertinya hari ini adem ayem saja. Lini masa dipenuhi postingan-postingan keseharian seperti biasa. Tak terlihat gambar-gambar bak kartu ucapan sebagai bentuk peringatan atau perayaan apa pun. Tak ada pula kutipan-kutipan buku atau penulis.

Saya dengar sejak 2013 lalu pemerintah telah resmi menetapkan tanggal 3 Juli  sebagai Hari Sastra Nasional. Penetapan ini berdasarkan tanggal lahir Abdul Moeis,  penulis novel Salah Asuhan. Tapi  saya dengar pula banyak polemik mengenai ini. Continue reading

Yang Layak Viral Dari Beauty and The Beast

(Source: IMDb.com)

Setelah beberapa pekan bertengger di layar bioskop, film Beauty and the Beast (BaTB) akhirnya turun layar juga. Pada waktu awal rilisnya, sempat ramai kabar soal wacana pemboikotan film ini oleh sebagian pihak. Kabarnya sih, karena BatB ini menyisipkan unsur LGBT. Sosial media pun ramai oleh peringatan untuk tidak menonton film ini, terutama bagi anak-anak.

Continue reading

Review: Perpustakaan Kelamin – Buku dan Kelamin dalam Pertaruhan

Perpustakaan Kelamin: Buku dan Kelamin dalam Pertaruhan
Perpustakaan Kelamin: Buku dan Kelamin dalam Pertaruhan by Sanghyang Mughni Pancaniti

My rating: 1 of 5 stars

.

“Ketika Tuhan meniupkan ruh padamu,
Dia simpan pada tiga tempat:
Akalmu, hatimu dan kelaminmu.
Tinggal kau yang putuskan,
Mana yang akan kau utamakan…?”
-Emha Ainun Nadjib-

Kelamin dan perpustakaan, nafsu dan akal pemikiran, sungguh dua hal yang bertolak belakang. Kelamin yang berada dalam lingkup sex, tidak dipungkiri mempunyai citra eksklusif yang “kotor”. Sedangkan perpustakaan dan buku-buku merupakan ilmu pengetahuan, sebuah simbol peradaban suci nan agung, bahkan kalau pun perpustakaan tersebut berisi segala buku tentang sex, ia tetaplah pengetahuan. Paradoks memang.

Itulah kenapa saya tertarik dengan premis yang ditawarkan oleh buku ini. Perpustakaan dan kelamin dalam pertaruhan. Menarik sekali bukan, membahas kelamin yang “kotor” dan ilmu pengetahuan yang “suci” sekaligus? Sepenting apa kelamin dibandingkan ilmu pengetahuan? Relakah kita mengorbankan kelamin demi ilmu pengetahuan? Kelamin yang pembahasannya selalu dianggap tabu dan menjijikan, rupanya tak terbayangkan juga jika kita sampai kehilangan keberadaannya. Tetapi demi kelamin, relakah pula untuk kita mengorbankan ilmu pengetahuan? Continue reading

Danur: Sebuah Pertanda Mistis

Source : rappler.com

Aroma melati dan kemenyan biasanya sering dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat mistis. Jika tiba-tiba muncul aroma keduanya, konon itu merupakan pertanda keberadaan mahluk halus. Nah, jika bau amis? Saya kira itu cuma berlaku di pasar ikan. Rupanya bau amis juga merupakan sebuah pertanda mistis.

Lewat film Danur yang sempat saya tonton hari Sabtu lalu inilah saya tahu soal perkara bau amis ini.

Continue reading