Fa’s Rebellion! (Efek Kacaunya Jarkoman Kampus)

Waktu semester 1, saya bolos kuliah waktu itu bukan karena malas, tapi emang karena sakit (berarti bukan bolos ya, namanya). Pas semester 2, absen saya full gak ada yg kosong. Entah kenapa sekarang, menginjak semester 3 saya seperti tidak punya passion sama sekali dalam menjalani kuliah. Banyak deh ya, alasannya…

Ada kebijakan baru fakultas yang menerapkan jadwal kuliah mulai jam 7. Saya yang emang tinggal jauh, jadi terbiasa berangkat setelah subuh saat ada kuliah jam segitu. Selama ini saya sering kena troll para dosen yg ngajar pagi dan pas saya nyampe ternyata dosennya malah gak masuk. Sebenarnya hal ini tidak akan terjadi jika komunikasi antar mahasiswa berjalan dengan baik. Sayangnya, di kampus saya termasuk golongan minoritas, yang jarang main sama anak-anak kebanyakan. Yah, merekanya juga pada main sama golongan masing-masing. Jujur, saya emang merasa kurang cocok terhadap beberapa lifestyle mereka. Jadi ya begitu imbasnya, saya jarang banget dapat jarkom mengenai ketiadaan dosen. Biasanya kalau dapat juga dari sesama golongan minoritas, itu juga kalau merekanya dapat info dan tidak lupa untuk forward ke saya.

Yang lebih parah, ketika saya mulai memutuskan untuk mengikuti kelas bahasa Perancis. Saya adalah satu-satunya golongan minoritas disana, karena golongan minoritas lainnya memilih ikut kelas bahasa Jepang. Kelas bahasa Perancis dimulai jam 7, itulah kenapa jarkoman amatlah penting. Dan sudah berkali-kali saya berangkat pagi dengan sia-sia hanya untuk mendapati puluhan bangku kosong yang berjejer rapi. Oke, dosennya mungkin sibuk, tapi orang-orang ini bener-bener keterlaluan. Padahal sih ya, di kelas itu ada ketua kelas yang notabene (harusnya) mengurusi keadaan kelas beserta penghuninya. Ternyata diketahui mereka selalu berkomunikasi via BBM. Seriously, apa mereka tidak pernah berpikir bahwa tidak semua orang pakai BB? Ini sih diskriminasi namanya.

Hingga 2 minggu yang lalu, saya bertead untuk bolos saja. Saya benar-benar kesal, sudah banyak pertemuan yang kosong dan saya selalu menahan kekesalan tanpa bertanya ataupun protes terhadap mereka. Tapi ketika itu, sang KM membawakan absen dan berkata, “yang ikut kelas Perancis tanda tanganin dulu nih!”.

Dan saya membaca selembar memo di cover buku absen tersebut : “Kelas bahasa Perancis akan dimulai kembali pada tanggal 28 November”. Yah, akhirnya saya menggagalkan rencana bolos itu, toh sudah pasti bakal ada kelas untuk minggu depan. Namun saya kembali kena troll. Saya kembali tertidur diantara kursi-kursi kosong tersebut selama satu jam.

Selanjutnya pada kisah minggu lalu, saya memutuskan bolos kelas Dasar-dasar Filsafat (DDF). Pertemuan sebelumnya juga dosen tidak datang dan waktu itu saya berencana untuk pergi ke Museum, kelas DDF yang berakhir jam 5 sore jelaslah sangat malas untuk diikuti. Saya sudah berkata kepada teman saya untuk bolos, sementara dia yang harus mengikuti kelas bahasa Jepang harus tetap dikampus. Teman saya yang satu lagi sempat tidak percaya ketika saya benar-benar naik bus untuk pulang (yah, biasanya saya ini dicap sebagai anak rajin, yang bahkan ikutan kelas bahasa Jepang juga demi mengisi kekosongan sebelum kelas DDF). Dan besoknya, saya langsung bertanya soal materi DDF, sekalian mau pinjam catatan. Eh, jawabannya ternyata singkat saja, saudara! “Kemarin gak ada kelas DDF”. Hahaha saya langsung smirk..smirk…mengingat betapa risaunya kemarin untuk memutuskan bolos atau tidak, maklum…saya kan jarang bolos hehe.

Nah, tadi malam sekitar jam 10 atau 11 tiba-tiba ada yang sms. Teman saya nanya, besok ada kelas Litaratur atau tidak? Soalnya dia tidak sengaja baca beberapa percakapan anak lain di Twitter. Sontak saya langsung sms yang lain untuk minta kepastian. Untung saya punya kontak salah seorang yang gak tau masuk golongan mana seharusnya (?), dan katanya besok memang gak ada kelas, ternyata dia juga gak dapat jarkom awalnya.

Oke, biarlah mereka diampuni lagi kali ini, yang penting saya gak kena troll. Namun yang jadi permasalahan adalah kelas selanjutnya yang mulai pada jam 1. SKI! Tengah hari begitu, ke kampus buat satu kelas doank, MKU lagi. Well, bukannya meng-underestimate MKU, tapi mostly kelas MKU adalah menyimak power point dosen, lalu meng-copy filenya untuk bahan belajar, terus pulang. Haduh…ditambah kalau ternyata gak ada dosen lagi, gimana? (apalagi mingggu yang lalu MK ini juga kosong, haha). Lenyaplah sudah kepercayaan saya…

Tadi sempat heboh di Twitter memutuskan untuk bolos atau tidak. Kemarin saya yang agak kurang fit, ternyata ditambah flu juga hari ini, plus hasutan seorang teman untuk menyimpang dari jalan yang lurus makin risau. Tapi ternyata katanya banyak anak-anak yang pulang kampung sejak weekend dan belum kembali, ditambah teman saya itu rumahnya dekat kampus lebih milih bolos apalagi saya yang jauh udah males tingkat kabupaten. Meski MKU yang satu ini emang jarang nge-troll tapi saya udah terlanjur tidak berselera untuk ngampus, tinggal tanya besok sama teman yang ngampus aja hehe. Jadinya ya…berdiam diri di kosan, sambil bersin-bersin, mijitin kepala yang lagi migrain. Ah, flu….kau datang pada saat yang tepat rupanya, hahaha.

Asli, saya mulai berani buat nge-rebel… Dipikir-pikir sejak kapan ya, saya jadi trouble maker kayak gini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s