Lullaby : Bayang-Bayang Binatang Jalang Untuk Chairil Anwar

Saat bulan Mei kemarin, Gelanggang Mahasiswa Sastra Indonesia Unpad menggelar perlombaan menulis Bayang-Bayang Binatang Jalang yang dipersembahkan untuk mengenang sastrawan nasional Chairil Anwar. Terdapat beberapa kategori dalam lomba menulis berskala nasional ini, antara lain kategori Esai, Cerpen dan Puisi. Saya ikut yang kategori puisi tentunya (ciee…pujangga nih ye…).

Peserta maksimal mengirimkan tiga buah puisi, dan saya seperti biasa men-deadline gara-gara gak inget tanggal (jangan ditiru). Malam H-1 dadline, saya baru merangkai puisinya. Tadinya, saya hanya mau mengirimkan dua buah puisi saja, karena mentok gak ada inspirasi lagi. Terus, iseng-iseng saya ngetik status di Facebook  pake puisi :

Maaf harus menahanmu malam ini,

Kita harus kembali menyanyi

Lagu untuk awan mendung yang menggantung sedari pagi

Atau mungkin bersama-sama ia ingin ajak kita bermimpi?

Kalau begitu,

Senandungkanlah aku sebuah inspirasi

Sebelum saya klik tombol update, saya baca puisinya lagi. Saat itu saya merasa ada dorongan untuk mengirimkan puisi tersebut, tidak peduli pendek ataupun jelek. Akhirnya ya sudah, saya tidak jadi update dan langsung save di Word untuk disubmit serta diberi judul : Lullaby.

Beberapa hari berlalu, dua orang teman saya mengajak makan siang di Ramen House Simpang Dago.  Sembari ngobrol, saya buka hp dan teringat kalau hari ini adalah pengumuman pemenangnya! Sambil was-was saya coba cek timeline twitter panitia, tidak lupa diiringi komat-kamit do’a teman-teman saya yang sebelumnya malak untuk bayarin ramen kalau saya juara, haha. Dan ternyata…saya gak menang alias kalah. Juri hanya memilih satu orang pemenang saja, dan yang dapat ternyata senior saya dan puisinya emang keren banget! Tapi, masih ada lagi saudara-saudara!

BLiwajBCQAAmwe5.jpg large

Jreng, jreeennnggg… Puisi saya masuk 5 karya terbaik! ^_^v

Alhamdulillah… Saya sempat gak percaya, ternyata yang masuk malah puisi yang saya buat terakhir itu, puisi yang paling pendek dari dua puisi saya lainnya. Padahal yah, menurut saya, puisinya gak mengandung unsur mengenai Chairil Anwar sama sekali. Well, temanya memang bebas sih, tapi pas lihat puisi peserta lain jadi gimana…gitu. Dan, kebanyakan kalau saya buat puisi, pas baru jadi mah saya merasa puisinya lumayan bagus, tapi pas sudah dibaca kesekian kalinya mah kok jadi biasa aja, yah?

Yah, bersyukur segitu juga. Meski sempat kecewa, apalagi yang ngarep ditraktir haha. Kemudian saya baru sempat ambil piagamnya beberapa waktu lalu, ternyata dikasih plus frame-nya lho… Wah, langsung saya pajang dikamar kosan deh hehe =D.

Photo0794

Lumayan…buat motivasi! =P

Oke, mungkin nama saya saat ini berada paling bawah. Tapi siapa tahu kan, suatu saat saya yang berada paling atas? Kan katanya roda kehidupan itu terus berputar hehe…

Wünshcen Sie mir viel Glück!!! =)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s