Ada Apa Dengan September?

september-calendar-clipart-1

Di antara dua belas bulan yang ada dalam setahun, bulan September selalu menjadi yang paling sering disebut-sebut orang. Entah itu sekedar _curhatan di media sosial, sampai lirik lagu yang dipersembahkan untuk seseorang. Seakan-akan bulan ini senantiasa penuh dengan kenangan. Mungkin bulan lain pun tak kalah menariknya, seperti tag-line Pink February, April Fool, Augustus Wish, bahkan Remember 5 November! Tetapi ada daya tarik tersendiri mengenai September, ada banyak hal terjadi di bulan ini. Selain itu, ternyata isu tentang September di suatu belahan dunia dengan belahan dunia lain itu berbeda-beda.

Bulan September yang selama ini kita kenal sebagai bulan ke sembilan dalam kalender Masehi, sebenarnya berasal dari kata Septem (Latin) atau Sapta (Sansekerta) yang berarti tujuh. Awalnya ia memang merupakan bulan ke tujuh dalam perhitungan kalender Romawi, dimana bulan Maret-lah yang menjadi bulan pertama yang berlaku sampai sekitar tahun 153 SM.

Fakta menarik tentang September lainnya, yaitu ia dimulai pada hari yang sama dengan permulaan bulan Desember tiap tahunnya. Sementara itu tidak ada bulan lain yang berakhir pada hari yang sama dengan bulan September. Dan ada juga fenomena musim yang bertolak belakang, yakni pada tanggal 1 September merupakan permulaan musim gugur di belahan bumi bagian utara dan juga permulaan musim semi di belahan bumi bagian selatan. Tapi tentu saja, karena iklim bumi semakin tidak stabil, teori meteorologis ini bisa saja berubah.

Berbicara tentang bulan September, di negara kita ia sangat terkenal dengan tag-line “September Ceria”. Ia sering menjadi slogan acara TV dan promo-promo diskon di supermarket atau toko-toko branded lainnya. Entah karena pengaruh lagu jadulnya Vina Panduwinata yang berjudul sama begitu kuat atau karena ada sejarah lain. Tapi satu hal yang jelas disini adalah rata-rata masyarakat Indonesia menyambut positif kedatangan bulan ini (bukan datang bulan, loh ya…). Bisa jadi karena pada iklim yang normal, bulan September merupakan akhir dari musim kemarau. Tentu masyarakat kita senang, pertanda kekeringan akan usai dan hujan akan segera turun, sawah-sawah juga akan kembali hijau. Meski begitu, bisa dikatakan September sebagai tanda pergantian musim  dipenuhi oleh banyak virus, dengan kata lain Pancaroba. Tapi yah, lagi-lagi masalah iklim. Jadi hal tersebut tidak usah terlalu banyak dibahas, toh masyarakat masih antusias dengan September Ceria-nya sampai sekarang.

Berbeda dengan kita, di negara-negara barat sana kebanyakan orang justru membenci bulan September. Nah lho, kok bisa?

Hal itu karena mereka sangat menantikan musim panas. Musim yang biasanya berlangsung sekitar bulan Juni – Agustus ini juga menjadi masa libur panjang bagi para siswa, bahkan  pekerja  disana. Dengan adanya liburan musim panas ini, mereka biasanya mengadakan acara-acara seru khas anak muda, seperti Summer Camp, Sumer Trip dan Summer Jam. Liburan ini juga dijadikan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga ke resor atau villa musim panas keluarga mereka (bagi yang punya) atau pergi liburan ke wilayah pantai  seperti California, Hawaii, bahkan Bali. Nah, acara-acara seperti itu tidak akan disia-siakan bagi para remaja, khususnya yang masih jomblo, karena saat itulah waktu yang tepat untuk “mingle” alias bergaul. Mereka bisa mendapat kenalan dan teman-teman baru dari sekolah yang berbeda. Tak jarang mereka langsung jadian, meski banyak juga yang ujung-ujungnya putus ketika summer berakhir. Jadi tak heran kalau mereka benci bulan September. Udah liburan selesai, harus kembali sekolah, tugas-tugas belum dikerjain, baru putus sama pacar pula!  😥

Tentunya kita juga masih ingat tentang tragedi yang terjadi pada bulan September yang mengguncangkan seluruh dunia : 9/11 Tragedy. Kejadian yang menghancurkan gedung WTC di Amerika ini menghasilkan tidak sedikit korban dan menimbulkan banyak kebencian dari barat sana terhadap para teroris dan imbasnya pada Islam.

Karena banyaknya fenomena di bulan September,  sering saya temukan  lagu-lagu  yang ciptaan para musisi barat tentang bulan ini. Meski ada juga beberapa yang berisi syair indah tentang September, tapi lagu-lagu yang terkenal dan sering sekali terdengar ya lagu tentang kekecewaan da kesedihan di bulan September. Ini dia beberapa diantaranya :

Kalau yang ini pasti hampir semua orang  tahu. Videonya bercerita tentang laki-laki yang ikut berperang (sepertinya sih ke Afghanistan), meninggalkan sang pacar yang khawatir dan takut kalau dia tidak akan kembali dengan selamat. Mungkin si perempuan berharap September segera berakhir, dimana pacarnya telah kembali dari perang. Ini seperti agak menyerempet ke isu 9/11, tapi sebenarnya ini adalah lagu jadul yang di tulis oleh sang vokalis, Billie Joe Armstrong, ketika ayahnya meninggal saat ia masih anak-anak. Musibah ini menimpanya di awal bulan September, jadi Billie ingin  September cepat-cepat berakhir dan melupakan kesedihannya. 😥

Of all the things I still remember, summer’s never looked the same
The years go by and time just seems to fly, but the memories remain
In the middle of September we’d still play out in the rain
Nothing to lose but everything to gain, reflecting now on how things could’ve been
It was worth it in the end

Silakan ambil kesimpulan sendiri dari liriknya. 😉

Dari judulnya saja sudah jelas, apalagi kalau perhatikan liriknya :

Let’s blame it on September, cause it hurts to remember.
We can fight to hold on but August is gone.
And even if the sun falls, I hope we don’t lose it all.
‘Cause no summer lasts forever, let’s blame it on September.

Terus, September bilang : “memangnya apa salahkuuuuuuu???” 😦

 

Tahu hal-hal menarik lain tentang September? Share, donk! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s