Aside

Sajak Tentang Puisi (Yang Tak Perlu)

Tetiba kau inginkanku menulis puisi malam ini
Mungkin dengan seutuh kata, bukan yang  sepatah. Tapi entah
Cukupkah itu bagimu sebab sudah cukup lama aku
Tak menggerakkan jemari bahkan untuk sekadar menyentuhmu
Dan lama kata itu menemukan arah pulang
Sebelum tersesat di raut wajahmu yang mulai bosan
Maka kujemput ia dalam kebutaan yang menggelapkan,
Kulihat dalam pejam, kuhampiri dalam kebuntuan
Hingga pada akhirnya puisi pesananmu,
Kujadikan ia dari seutuh kata yang tak patah;
Namamu.
nama-penulis
Lalu senyummu getir,
Menyiakan puisi yang kini menurutmu sangat tak perlu
Tapi sejak awal ia memang begitu, bisikku
Tak perlu kau menulis puisi,
Sebab puisi ‘kan menulismu

Dan  nanti, tetiba kau datang lagi
Jika tanpa menulis puisi
Bisakah kau tetap inginkanku?


Di hari dunia menuliskan namamu,

21 Maret 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s