Review: Black Beauty by Anna Sewell

Black Beauty
Black Beauty by Anna Sewell

My rating: 4 of 5 stars

Tak banyak penulis yang menggunakan sudut pandang hewan dalam sebuah novel. Alur novel mungkin terlalu panjang untuk dituturkan melalui pemikiran seekor hewan yang manusia anggap tak memiliki akal dan pemahaman sebaik manusia. Akan tetapi Sewell ternyata berhasil menuliskan cerita kehidupan seekor hewan dalam satu novel yang utuh tanpa memberikan kesan bahwa karyanya adalah sebuah fabel. Novel ini terlalu bijak untuk disebut demikian. Gaya tuturannya yang mengalir kadang membuat lupa bahwa tokoh utama yang bercerita bukanlah seorang manusia, terlebih lagi Sewell membuatnya mampu mengkritik nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. Kekurangannya hanya terletak pada salah pengetikan dan beberapa kata terjemahan yang kurang pas. Secara keseluruhan, novel ini merupakan suatu ide yang brilian dari seorang penulis wanita yang namanya tak setenar Austen ataupun Christie. Cukup brilian, mengingat Black Beauty merupakan novel pertama dan terakhir dalam seluruh perjalanan karir menulisnya. Tak heran jika novel ini dijadikan bacaan wajib di beberapa sekolah dasar di Inggris. Novel ini pula yang membuat saya mempunyai mimpi untuk dapat menuliskan riwayat Windu, kuda perang Adipati Ewangga yang melegenda di kota kelahiran saya : Kuningan. Inspiratif! 🙂

View all my reviews

Advertisements

One thought on “Review: Black Beauty by Anna Sewell

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s