Kamera Ponsel : Pembuktian Bahwa Liburanmu Adalah Fakta

Asus Zenfone Laser giveaway

NO PICTURE = HOAX

Sepertinya kita sudah tidak asing lagi dengan pernyataan di atas. Sejak teknologi mulai mendominasi di kehidupan sehari-hari, informasi jadi makin lebih mudah terakses. Namun akses yang mudah juga membuat orang-orang menjadi mudah curiga dan penuh prasangka, apa hal tertentu itu benar atau rumor jadi-jadian semata. Oleh karena itu pernyataan “no picture = hoax” menjadi viral di internet atas rasa kehati-hatian masyarakat terhadap suatu berita.

Nah, tentunya kita juga gak mau donk kalau orang-orang menganggap kita tukang ngibul cuma gara-gara kita gak punya bukti bahwa kita sudah atau sedang melakukan sesuatu, pergi liburan misalnya?

*ilustrasi :

A : “Minggu lalu aku liburan ke Paris lho…”
B : “Masa sih? Jalan-jalan ke menara Eiffel, gak?”
A : “Iya donk! Wah, di sana seru banget, banyak turis dari seluruh pelosok dunia!”
B : “Coba mana lihat fotonya?”
A : “Wah, aku gak foto…”
B : “Itu sih sama aja bohong.”
A : “Eh, tapi aku beneran liburan ke Paris!”
B : “No picture = hoax, bro!”

Yaelaaaahh…sebel banget kan jauh-jauh liburan ke Paris, pas udah heboh-heboh cerita malah gak ada yang percaya? -_-

Pentingnya kamera ponsel bagi saya pribadi baru dirasakan sekali akhir-akhir ini. Jujur saja, saya  orangnya agak cuek dan tidak terlalu terpengaruh oleh tren. Saat tahun pertama masa perkuliahan pada 2011-2012, saya masih menggunakan ponsel yang bentuknya mirip doraemon. Padahal waktu itu teman-teman saya udah pada pegang android dan tab. Jadilah saya mahasiswi yang sangat tidak populer di kampus gara-gara tidak up to date di medsos atau group chat, bahkan saya sering jadi korban mis-jarkom terkait jadwal kuliah :(. Pas ada pengumuman penting juga sepertinya hanya saya saja yang akan dengan sigap mencatatnya di kertas atau agenda kuliah, sementara teman-teman sekelas saya cuma langsung…cekrek..cekrek..cekrek! Jadi deh tuh pengumuman tersimpan dengan instannya di kamera ponsel mereka.

Akan tetapi kebutuhan yang paling saya rasakan adalah  ketika mengunjungi suatu tempat. Saya yang jarang keluar rumah, apalagi buat jalan-jalan, sangat bersemangat ketika sekalinya pergi ke tempat yang lumayan jauh. Momen tersebut tentu saja akan saya nikmati sepenuh hati dan pasti akan terkenang-kenang sampai beberapa lama kemudian. Nah, karena tak punya ponsel dengan kamera yang layak, waktu itu saya biasanya bawa kamera digital. Lumayan lah, kalau untuk motret pemandangan. Tetapi meskipun gambar dari kamera digital terbilang bagus, ternyata itu masih belum memenuhi syarat lolos atau tidaknya dari tuduhan hoax. Pasalnya karena sekarang sudah serba cepat, berbagi foto di sosmed pun bisa kita lakukan langsung di tempat. Dengan kata lain, it’s about the actual timing!

Pengalaman saya waktu tahun 2012 adalah berkesempatan mengunjungi Gunung Padang di Cianjur. Saat itu situs bersejarah tersebut masih terbuka untuk wisatawan dan belum menjadi kontroversial. Nah, berfotolah saya dengan menggunakan kamera digital yang saya bawa. Alhasil foto-foto tersebut baru saya unggah beberapa hari kemudian setelah saya kembali ke rumah.

BenQ Corporation

DSC_0228

BenQ Corporation

*ilustrasi di obrolan chat
Teman : “Wow, foto dimana nih?”
Saya : “Di Gunung Padang, Cianjur.”
Teman : “Oh, sekarang lagi di Cianjur?”
Saya : “Enggak, sekarang mah lagi di rumah. Itu foto udah lama..”
Teman : “Hmm… Ini bukan editan photoshop, kan?”
Saya : -_-

Tak sampai di situ saja, kejadian lain yang makin membuat saya gemas gara-gara kamera ponsel adalah ketika saya mengikuti Peksiminas di Lombok pada tahun 2012. Saya yang merupakan salah satu peserta perwakilan Jawa Barat manut-manut saja ikut rombongan yang dipimpin oleh beberapa orang dosen. Dan ternyata kami tidak hanya ke Lombok untuk menghadiri acara tersebut, tetapi juga ke Bali! Udah mah berkunjung ke Lombok yang indahnya gak usah ditanya, nyempetin mampir ke Bali pula. Kebayang bagaimana galau dan menyesalnya saya karena gak puas mengabadikan momen-momen tersebut?

Yang di belakang saya ini Pantai Senggigi, lho...

Yang di belakang saya ini Pantai Senggigi, lho…

 

Sok-sok-an motoin sunset atulah... :D

Sok-sok-an motoin sunset atulah… 😀

Ini pasir Pantai Kuta, lho! Sueeerrr....

Ini pasir Pantai Kuta, lho! Sueeerrr….

Sebenarnya beberapa senior ada yang bawa kamera dan ponsel yang lumayan bagus, tapi karena mereka berasal dari fakultas yang berbeda saya langsung hilang kontak selepas acara tersebut buat minta foto. Yah, lagipula saya bukan mahasiswa yang populer jadi wajar saja kalau saya tak mudah berkomunikasi dan jadi dekat dengan orang-orang yang baru dikenal. Jadinya ya… saya cuma punya beberapa cuil foto yang saya ambil lewat ponsel jadul saya, huhuhu.. Segitu juga uyuhan… 😦

Sekarang saya makin dibuat greget setelah saya bergabung dengan komunitas blogger dan untuk pertama kalinya saya dibuat mangap karena semua orang tak bisa lepas dengan ponselnya masing-masing. Ketika menghadiri suatu acara pun yang lain pada jepret sana-sini, unggah ini-itu, livetweet, de-el-el, sampai nunduk-nuduk terus sepanjang acara. Saya kira para blogger ini malah sibuk sendiri daripada merhatiin narasumber, hahaha. Ternyata baru kerasa efeknya! Ponsel, kamera beserta aplikasi di dalamnya sangat membantu dalam liputan yang up to date. Minimalnya, postingan gambar dan livetweet itu bisa kita anggap sebagai trailer atau catatan mentah dari postingan blog kita.

Duh, sekarang saya jadi pengen punya ponsel yang canggih euy… Kalo udah jadi blogger kan pasti sering jalan-jalan dan foto-foto buat bahan postingan. Tapi kalau ditanya maunya ponsel apa saya suka bingung, apalagi kalau udah diracunin sama mamang-mamang penjaga kios di BEC. Waduh…

Tapi kalau boleh berandai-andai sih ya, saya pengen ponsel yang gak gede-gede amat kayak ponsel doraemon saya dulu, pokoknya yang langsing dan enak dipegang gitu loh, hihihi. Terus yang paling penting kameranya harus bagus! Yah..minimal 13 MP lah, hohoho. Terus fitur kameranya juga jangan yang ribet, apalagi buat yang gaptek macam saya. Kalo mesti lama ngotak-ngatik settingan gambar, entar saya keburu pegel sebelum difoto, aiiiihhh.. Apalagi saya paling gak bisa ngatur pencahayaan foto nih, kalo gelap ya fotonya gak kelihatan, kalo terlalu terang ya gak kelihatan juga karena terlalu silau, hehehe.

Hmm..tapi denger-denger sih ya, ada satu ponsel yang pas banget sama andai-andai saya di atas. Namanya Zenfone 2 Laser ZE550KL dari Asus Wah… Mau donk, mau! Fiturnya bisa dicek di video  berikut ini :

Duh, moga aja bukan cuma andai-andai nih… Saya juga butuh pembuktian soal ponsel ini, ya…kali aja ada yang mau ngasih gratisan gitu biar saya bisa nyicipin kameranya yang kece banget itu. Ayolah, bikin angan saya jadi nyata, biar momen liburan saya gak lagi disangka fiktif belaka. Pleeeeaaaseeee??? Hehehe…. 😀


Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com

Advertisements

6 thoughts on “Kamera Ponsel : Pembuktian Bahwa Liburanmu Adalah Fakta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s