Review: Lelaki Harimau

Lelaki Harimau
Lelaki Harimau by Eka Kurniawan

My rating: 5 of 5 stars

 

Tak seorang pun pernah mendengar seseorang membunuh dengan cara seprimitif itu. Ada dua belas pembunuhan yang mereka kenal sepanjang sejarah kota, dan mereka mempergunakan golok atau pedang. Tak ada pistol, tak ada keris, apalagi gigitan. (…)
Pikiran itu datang sekonyong-konyong, semacam wahyu cemerlang yang meletup di otaknya. Ia bilang ada isi di dalam tubuhnya, sesuatu yang tak sekadar jeroan usus, yang menggelosor keluar dan dan menggerakkan seluruh raganya, mengendalikannya dan mengajak dirinya membunuh Anwar Sadat. (…)
“Bukan aku,” kata Margio tenang dan tanpa dosa. “Ada harimau di dalam tubuhku.”

Bercerita tentang kehidupan masyarakat pinggiran, tersebutlah Margio, seorang pemuda baik, namun pemurung. Suatu hari ia dipergoki berlumuran darah, namun tak terluka. Malah, ditemukan mayat Anwar Sadat terkapar dengan leher hampir putus. Beberapa hari sebelumnya, Margio baru saja ditinggal mati Komar bin Syueb, lelaki yang amat dibenci Margio yang juga merupakan ayahnya sendiri. Ia bergembira dengan berita kematian itu. Kini ia, ibu beserta adiknya bisa hidup dengan damai. Lantas, apa yang kemudian menyebabkannya melakukan pembunuhan sadis, terlebih pada ayah gadis yang disukainya itu?

Sejak awal, buku ini menyuguhkan sebuah konflik pembunuhan yang bikin penasaran. Tetapi pembaca tidak disuruh menjadi detektif seperti novel-novel bergenre kriminal yang banyak beredar di pasaran. Ini bukan sekadar soal motif, alibi, atau pembenaran sebuah kasus. Terdapat banyak hal yang mesti diselami untuk memahami kehidupan tokoh-tokohnya. Untungnya, alur cerita yang dituturkan secara rapi, runut dan detail, perlahan-lahan akan menjawab rasa penasaran itu.

Dengan menunjukkan sudut pandang serta tragedi yang dialami tiap tokoh, Eka Kurniawan seolah membiarkan pembacanya mencoba-coba meletakkan kaki dan berjalan di sepatu mereka. Pembaca seolah diarahkan untuk tidak selalu berfokus pada Margio, sosok yang sedari awal telah menjadi pelaku. Latar belakang dan hubungan antartokoh inilah yang nantinya akan mengantar pada kesimpulan cerita, yang bisa ditemukan tepat di bagian akhirnya. Selain itu, hal ini pula yang memunculkan variasi tema serta permasalahan atau isu yang dialami masing-masing tokoh, sehingga jika ditelaah, akan ada banyak teori yang mendukung “hidupnya” karya ini.

Satu hal yang menjadi daya tarik besar dalam cerita ini, yakni kemunculan sosok seekor harimau yang diakui Margio ada dalam dirinya. Konsep surealis dan magis ini menarik dan menjadi bumbu cerita dengan rasa lokal. Akan tetapi unsur lokalitas ini tak begitu banyak dipaparkan, sehingga mau tak mau membawa fungsi serta makna lain sebagai sebuah simbol. Mengacu pada konflik batin tokoh dan watak tokoh, harimau ini seolah muncul karena terpaksa dibangunkan dari tidurnya yang panjang. Sebuah kebangkitan alam bawah sadar yang agresif.

Secara umum, buku ini mempunyai cerita yang sederhana. Alurnya merupakan serangkaian kilas balik. Tetapi mempunyai bahasa yang gamblang. Ada beberapa adegan tak terduga yang cukup brutal, namun dituturkan dengan luwes. Pada titik-titik tertentu terdapat kecenderungan penulisnya untuk mengungkap realisme dan memecah kaca tabu, sehingga sebagian pembaca mungkin akan dibuat terkesiap atau malah terkesima oleh gayanya yang terlampau lugas.

Lelaki Harimau merupakan potret kehidupan yang penuh dengan intrik dan emosi yang menggebu. Gambaran diri manusia yang carut marut oleh warna, tak ada yang murni hitam, putih atau abu-abu. Sebuah misteri, romansa, dan tragedi yang jadi satu.
———–
Secercah cahaya dalam dunia sastra Indonesia, sangat layak dan harus dibaca!

View all my reviews

Advertisements

4 thoughts on “Review: Lelaki Harimau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s