Danur: Sebuah Pertanda Mistis

Source : rappler.com

Aroma melati dan kemenyan biasanya sering dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat mistis. Jika tiba-tiba muncul aroma keduanya, konon itu merupakan pertanda keberadaan mahluk halus. Nah, jika bau amis? Saya kira itu cuma berlaku di pasar ikan. Rupanya bau amis juga merupakan sebuah pertanda mistis.

Lewat film Danur yang sempat saya tonton hari Sabtu lalu inilah saya tahu soal perkara bau amis ini.

Film horror yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Risa Saraswati ini bercerita tentang pengalaman pribadi sang penulis yang bisa merasakan, bahkan melihat keberadaan hantu. Risa merupakan gadis kecil yang sering ditinggal sendirian di rumah neneknya. Orangtuanya sibuk bekerja, neneknya dirawat di rumah sakit dan Risa yang kebetulan sedang libur sekolah pun tak punya pilihan selain bermain sendirian dan merasa kesepian.

Pada ulang tahunnya yang ke-8, Risa berdo’a agar dia mempunyai teman bermain supaya tidak kesepian lagi. Harapannya tersebut pun terkabul. Ada tiga anak kecil yang akhirnya menjadi teman bermain sehari-hari Risa, yakni Peter, Jansen dan William yang Risa kira adalah anak tetangga. Namun mereka ini bukanlah anak kecil biasa, melainkan hantu anak-anak keturunan Belanda yang meninggal dibunuh serdadu Jepang di rumah tersebut. Dari Peter dkk. ini, Risa belajar menyanyikan lagu Boneka Abdi, yang menurut saya tak seseram efek lagu Lingsir Wengi, tapi lumayanlah kalau dinyanyikan sendirian pakai piano tengah malam seperti pada adegan pembuka filmnya yang agak bikin kening saya berkerut karena belum “ngeh” kalau alurnya bakalan flashback dan langsung dikasih adegan Risa yang udah remaja (Prilly Latuconsina) sedang main piano sambil nangis nyanyiin lagu ini:

Abdi teh ayeuna, gaduh hiji boneka

Teu kinten saena sareng lucuna

Ku abdi diacukan, acukna sae pisan

Cik mangga tingali boneka abdi…

Ibu Risa (Kinaryosih)  menjadi hawatir dengan perilaku putrinya yang terlihat suka mengobrol dan tertawa sendiri, sehingga memutuskan untuk meminta bantuan Abah Asep (Jose Rizal Manua). Melalui Abah Asep, Risa diperlihatkan wujud asli teman-temannya dan membuatnya ketakutan. Di sini dijelaskan pula bahwa mereka mempunyai Danur, bau amis mayat yang tercium dari tubuh mereka.

Bau apa nih? (Source: Tahilalats Official)

Rupanya tak sampai di situ saja, setelah beranjak dewasa, Risa kembali ke rumah neneknya bersama adiknya, Riri (Sandrina Michelle). Tak berapa lama muncul Mbak Asih (Shareefa Danish), perawat nenek Risa yang baru. Tetapi yang sering Mbak Asih urus bukanlah neneknya, melainkan Riri. Mbak Asih dan Riri pun jadi akrab dan tidak terpisahkan. Dari Mbak Asih, Riri tahu lagu Boneka Abdi dan membuat Risa curiga. Dari awal, Mbak Asih ini memang tak punya ekspresi, wajahnya datar banget dan jarang ngomong. Makanya  mudah ditebak bahwa Mbak Asih ini pasti adalah hantu.

Kemunculan Mbak Asih ini memang menjadi penuntun menuju klimaks cerita. Akan tetapi sejak awal hingga akhir film, menurut saya yang memegang kunci suasana horrornya adalah efek suara yang sukses bikin jantungan. Karena tata musiknya yang tiba-tiba *shiiiiiingggggg…..*, melemah dan mulai senyap, jadi suka mikir pasti setelahnya bakal ada “kejutan” *jeng-jeeeeng!!!!* dan bikin refleks nutup muka. Aslinya penampilan hantu Mbak Asih ini baru terlihat benar-benar horror di menit-menit terakhir. Kalau Peter dkk mah enggak lah, masih pada lucu kok.

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan selama nonton Danur. Seperti kenapa neneknya tinggal di rumah minim penghuni yang juga tampak terpencil tak bertetangga, padahal dia sedang sakit keras dan butuh pengawasan orang lain. Tapi Risa kecil juga sempat menyangka bahwa Peter dkk. adalah tetangga mereka, nah loh? Kalau benar ada tetangga misalnya, kenapa Risa selalu kesepian? Apa tidak diperbolehkan bermain dengan mereka sama ibunya? Kenapa? Kenapaaaa? Aaaaakkkk….

Sempat ada juga pikiran apakah Mbak Asih ini mantan pengasuhnya Peter? Karena Peter sempat cerita bahwa lagu Boneka Abdi itu sering dinyanyikan oleh pengasuhnya dulu. Lalu, apa Mbak Asih ini gak mempan sama do’a? Karena ujug-ujug ada adegan Risa lagi sholat dan Mbak Asih lewat gitu aja. Serem juga kan ada hantu gak mempan do’a sama ayat Al-Qur’an?

Terus, ketika Risa berusaha memanggil Peter dkk. untuk meminta bantuan menyelamatkan Riri, Risa menyanyikan lagu Boneka Abdi layaknya mantra pemanggil. Nah, karena Mbak Asih juga sering menyanyikan lagu itu dan kebetulan lagi gentayang di rumah itu, saya kira bakal ada kekacauan alias miskom. Yang dipanggil siapa, yang datang siapa hehehe. Tapi ternyata tidak, Peter dkk. langsung muncul setelah bertahun-tahun tak menemui Risa.

Satu hal yang mesti saya akui adalah saya melihat Prilly dengan sudut pandang berbeda setelah menonton film ini. Sebelumnya saya suka skeptis dengan aktor-aktris remaja yang tiba-tiba menjamur lewat sinetron. Tetapi di film Danur, citra Prilly yang ada di pikiran saya mendadak lenyap. Aktingnya memerankan Risa rupanya bagus juga. Mungkin karena tokoh Risa tidak banyak berinteraksi dengan tokoh lain, sehingga membuat Prilly terlihat dewasa dan berusaha mendalami karakternya. Apalagi ketika tahu Riri hendak diambil Mbak Asih, terlihat bahwa ia benar-benar menunjukkan kesedihan dan keputusasaannya.

Danur yang menjadi judulnya sendiri tak banyak dibahas di film, hanya sekali ketika Abah Asep menyadarkan Risa. Saya kira bakal disisipkan sedikit demi sedikit sebagai pertanda yang bisa terdeteksi Risa. Misalnya ketika Mbak Asih muncul dia nyium bau aneh atau apa gitu. Untungnya meski Danur bermakna bau amis penanda hantu, saya tak mendapati unsur-unsur menjijikan seperti dalam film horror lain. Make up hantunya pun tidak ramai berdarah-darah atau sobek-sobek bikin gak nafsu makan. Jadi amanlah untuk yang punya perut lemah macam saya hehehe. Selain itu alurnya jelas dan terarah, tidak merambah kemana-mana dan jelas target dan tujuan hantunya apa, bukan sekadar meneror atau nakut-nakutin orang lewat.

Novel Danur edisi 2015. Source : goodreads.com

Nah, film Danur ini mungkin cocok untuk penonton horror pemula macam saya. Tapi tetap, saya pribadi sih akan lebih memilih genre lain untuk ditonton hehe. Oh ya, Danur ini sudah saya kenal dari novelnya yang terbit bertahun-tahun lalu (tapi belum baca hehe), serta lagu Story of Peter-nya Sarasvati yang jadi soundtrack filmnya. Saya sempat tonton MV-nya, juga wawancara Risa Saraswati di sebuah acara tv swasta. Jadi merasa sudah lumayan familiar dengan Peter dkk. makanya kemarin beraniin nonton, eh tahunya ada Mbak Asih. Aaaakkkk…. >_<

Advertisements

2 thoughts on “Danur: Sebuah Pertanda Mistis

  1. 22/08/2011 às 12:53 · Terei imenso prazer em colaborar neste lindo projeto! É comum ouvir dizer vamos ajudar “salvar o planeta”, e as vezes me pego dizendo isso também, mas o que temos que lutar é pra “salvar a humanidade”, pois a Mãe Terra tem seus recursos próprios de sobrevivência. O cenário atual prova isso…É a resposta da Natureza para o tal &#rhe0;bicho-2om2m”!Esta8emos juntos nesse grandioso evento!Saudações eco-nascentes!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s