Yang Layak Viral Dari Beauty and The Beast

(Source: IMDb.com)

Setelah beberapa pekan bertengger di layar bioskop, film Beauty and the Beast (BaTB) akhirnya turun layar juga. Pada waktu awal rilisnya, sempat ramai kabar soal wacana pemboikotan film ini oleh sebagian pihak. Kabarnya sih, karena BatB ini menyisipkan unsur LGBT. Sosial media pun ramai oleh peringatan untuk tidak menonton film ini, terutama bagi anak-anak.

Kebetulan beberapa waktu lalu saya dapat kesempatan ikut nobar BatB yang disponsori oleh XL bareng teman-teman blogger lainnya, jadi tampaknya sejak dari rumah sampai di kursi penonton kami semua  membawa pertanyaan yang sama:

“Seperti apa sih, adegan LGBT-nya?”

Jujur, saya sendiri adalah penggemar cerita dongeng. Dan tak bisa dipungkiri, Disney memang pakarnya membuat film dongeng yang “wah”. Maka selama durasi 129 menit itu kami disuguhi setting serta tampilan khas cerita-cerita negeri dongeng yang tampak nyata dan membuat penonton serasa ikut masuk ke dalamnya. Dan adegan LGBT? Sulit terdeteksi! Mungkin ada satu-dua adegan yang tampak mengarah ke hal tersebut, tapi hanya sekitar tiga detik. Ngedip sebentar atau mungut popcorn jatuh misalnya, pasti bakal kelewat. Maka isu tiga detik yang digembar-gemborkan oleh pihak yang belum tentu udah nonton filmnya itu pun tenggelam dalam 128 menit koma sekian durasi sisanya.

Hal itu mengundang omelan beberapa orang yang nonton pula, semacam keluhan satir: “Loh, LGBT-nya mana? Segitu doank? Yaelah… Kirain apaan! Padahal udah nunggu-nunggu, juga!” Kemudian tertutupi lagi oleh komentar pujian yang tentu lebih enak didengar daripada makian dan seruan pemboikotan.

Baca juga review film Danur: Sebuah Pertanda Mistis

Berbicara soal pujian, tak perlulah kita bahas  soal setting film yang indah, gaun yang cantik, istana yang megah, serta lagu yang merdu itu. Sebab hal-hal tersebut bagi saya sudah menjadi standar dalam film-film dongeng Disney. Begitu pun perkara pesan moral tentang cinta sejati yang tulus, serta semangat untuk menjadi pemberani dan menjadi diri sendiri. Trust me, it’s typical. Yah, namanya juga kisah dongeng, iya kan? Lah iya, makanya itu sudah tak perlu dibahas.

Adegan dansa itu wajib hukumnya.

Maka dari itu sementara orang-orang berdecak kagum memuji bahwa “filmnya bagus banget”, saya justru punya pendapat yang berbeda. Menurut saya?

“Hmm..biasa aja tuh.”

Iya, kalau saya cuma menilai dengan kriteria  seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, menurut saya BaTB ini biasa saja dan tidak terlalu mengejutkan. Oke, oke, saya emang agak terkesima pas adegan Lumiere menyanyikan Be Our Guest, tapi selebihnya masih tak bikin berdecak kagum. Di tambah lagi saya merasa interaksi Belle dan Beast sebelum mereka jatuh cinta masih kurang, jadi serasa Belle keluar dari penjara dan ujug-ujug udah sayang dan iba aja sama si Beast, padahal Belle belum tahu latar belakang Beast. Uh…Belle, sehat?

Yakin kamu bakal langsung jatuh cinta sama yang beginian, Belle? (Source: Mofievone.com)

Akan tetapi ada hal yang menarik perhatian saya tentang BaTB ini, yakni isu atau pesan yang rupanya luput oleh mata sebagian besar penonton yang terlanjur termakan rasa penasaran gara-gara isu LGBT itu. Dan jujur, justru inilah nilai plus yang bisa saya berikan untuk BaTB.

3caeecac00000578-0-image-m-50_1485840551421

Buku pada masa itu adalah barang eksklusif, begitu pun ilmu pengetahuan. (Source: dailymail.co.uk)

Pertama adalah isu feminisme. Belle digambarkan sebagai seorang gadis yang “aneh” karena dia tidak buta huruf, tidak tergoda untuk menikah dengan bangsawan untuk meningkatkan status sosial dan jadi ibu rumah tangga yang cukup ngurus anak dan kerjaan rumah saja, serta mengerti soal perkakas dan bisa bikin mesin cuci sendiri. Perlu diingat bahwa setting cerita BaTB adalah sebuah desa terpencil di Perancis sekitar abad ke-16, di mana masa itu pendidikan masih dikendalikan oleh gereja secara ketat dan biasanya cuma laki-laki dari kaum borjuis saja yang bisa mendapatkannya. Hak perempuan tentu belum diakui, serta masih berlaku sistem perjodohan. Perempuan ya mengurusi kerjaan domestik, seperti ngurus dapur, rumah dan anak. Termasuk juga nyuci baju. Dan Belle menunjukkan bahwa baca buku jauh lebih asik dan penting dari pada ngucek baju, yang rupanya bisa dikerjakan oleh mesin cuci berkuda ciptaannya sendiri dengan lebih cepat. Jadi, hal-hal tak terbayangkan pada masa itu dimunculkan sebagai semangat revolusi di sini.

Ke-dua adalah isu anti rasisme. Pada merhatiin gak sih, pas di menit-menit terakhir ketika perabotan-perabotan ajaib itu kembali wujudnya menjadi manusia? Ada banyak sekali pasangan interrasial! Saya kaget dan bertanya-tanya waktu itu, tapi pas celingukan kok ya yang lain pada adem ayem aja hehe. Ya bayangkan aja dong, di Eropa abad 16, pernikahan antar ras? Hmm…sepertinya tak mungkin. Perasaan di film-film Disney lainnya pun tak ada yang seberani ini. Bisa jadi karena situasi politik sekarang yang sedang panas gara-gara bermunculan pemimpin rasis, entah itu di Amerika yang udah jelas kacau balau gara-gara Trump, atau di Perancis sendiri yang sedang menuju pemilu, tentu saja karena ada kandidat rasis yang potensial juga seperti Le Pen. Apakah ini bentuk sebuah protes? Mungkin. Yang pasti ini adalah murni improvisasi yang berani.

Beberapa “perabotan.” (Source: cdanews.com)

Nah, menurut saya kedua isu di atas lebih menonjol dan lebih layak viral daripada isu LGBT yang bagi saya cuma tampak sebagai sisipan komedi. Kalau mau dibandingkan sih ya di masyarakat kita juga semisal ngomong “cyin”, “eike”, “capcuss”, “rempong”, dan sebagainya bisa dikategorikan LGBT kan “jijay” gimana gitu dengernya, tapi toh itu semua udah seperti joke atau ungkapan informal belaka. Tapi ya terserah kalau masih keukeuh tak mau nonton, itu hak kalian (toh sekarang udah turun layar juga haha). Cuma sayang aja isu yang berusaha dimunculkan malah seringkali luput oleh penonton gara-gara berita heboh itu. Tapi kalau boleh nanya, kenapa BaTB mau diboikot, tapi acara lokal berpotensial alay dan banci yang gampang diakses sama anak-anak di TV belum minta diboikot juga?

Anyway, saya kasih tiga bintang untuk BaTB! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s