Review: Animal Farm by George Orwell

24945435Animal Farm by George Orwell

My Rating: 4 of 5 stars

Novel ini pertama kali terbit pada tahun 1945 dan merupakan sebuah bentuk kritik terhadap totaliterisme Uni Soviet pada masa PD II. Meski telah berusia puluhan tahun, novel yang melejitkan nama George Orwell di dunia kesusasteraan ini masih laris dibaca. Karena memang, salah satu keistimewaan sebuah karya sastra adalah relevansi isu atau temanya yang tak lekang oleh jaman.

Dalam novel ini, Orwell menciptakan sebuah alegori politik yang disampaikan secara satir. Dikisahkan bahwa pada suatu hari terjadi pemberontakan oleh para binatang di Peternakan Manor. Dipimpin oleh dua ekor babi, Napeoleon dan Snowball, para binatang ternak itu berusaha memerdekakan nasib kaum binatang dari perbudakan yang dimanfaatkan manusia.  Peternakan Manor pun berhasil dikuasai oleh para binatang, namanya berganti menjadi Peternakan Binatang (Animal Farm). Segera setelah itu, peraturan-peraturan serta kebijakan dibuat demi kesetaraan dan kesejahteraan para binatang yang terangkum dalam Tujuh Perintah. Intinya, semua binatang adalah setara dan tidak boleh bermusuhan, sedangkan mahluk yang berjalan dengan dua kaki alias manusia merupakan musuh yang harus dilawan.

Akan tetapi kemerdekaan dan kesetaraan itu harus dibayar dengan kerja keras dan pengorbanan lebih. Itu pun tak berlangsung lama, sebab mulai muncul konspirasi-konspirasi dari para babi yang dipimpin Napoleon. Bahkan, Snowball sendiri menjadi kambing hitam dan terisolir. Lama kelamaan semakin mencurigakanlah gerak-gerik para babi beserta kebijakan-kebijakan Napoleon yang tampak mementingkan jenisnya sendiri.

Cara Orwell mengibaratkan sebuah pemerintahan seperti sebuah peternakan memang sangat pas. Peternakan yang berisi binatang-binatang yang rakus menunggu diberi pakan, penuh kotoran. Karakter babi yang menyimbolkan ketamakan, para biri-biri yang dengan mudah dicuci otaknya seperti rakyat yang naif dan polos, dan lain-lain. Berkurangnya pakan, menghilangnya persediaan susu, menyimbolkan kekorupan  pemerintah yang tentu saja membuat rakyat menderita. Hal-hal semacam inilah yang membuat Animal Farm selalu layak dibaca kapan saja, oleh siapa saja, di penjuru negeri mana saja. Sebab permainan bernama politik tak akan pernah kehilangan para pemerannya.

Novel ini saya beri bintang empat, sebab saya suka dengan gaya tuturan Orwell yang lugas dan tak bertele-tele. Ia menunjukkan secara langsung permasalahan dalam alur satu per satu. Dan tentu saja, bagi saya pribadi yang malas mengikuti ruwetnya perkembangan berita mengenai politik, novel ini sedikit-banyak memberi pengetahuan serta pencerahan yang cukup ringan untuk dicerna oleh saya yang buta terhadap topik tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s