Perjuangan Hidup Sehat Si Anak Rantau

source: bigbitesphotography.com

Sudah bertahun-tahun saya hidup jauh dari orang tua. Status sebagai anak kos pertama kali saya sandang ketika memasuki SMA. Saya yang lahir dan tumbuh di sebuah desa kecil di perbatasan Jabar dan Jateng, harus bersekolah di kota yang jarak perjalanannya menghabiskan waktu sekitar 4 jam pergi-pulang. Meski masih berada dalam satu kabupaten, saya memutuskan untuk ngekos. Selepas SMA, status anak kos saya masih berlanjut. Saya diterima sebagai mahasiswa Unpad, alhasil saya pun harus benar-benar pindah dan merantau dalam waktu yang cukup lama.

Satu hal yang paling sering menjadi masalah anak perantauan adalah pola makan. Ini pula yang selalu menjadi kekhawatiran para orang tua. Apakah anaknya di sana makan makanan sehat dengan teratur seperti halnya ketika di rumah? Sebagai perantau yang sudah jadi anak kos bertahun-tahun, jujur saya akui bahwa hal tersebut agak susah dijalani. 

Ada beberapa alasan yang bikin anak rantau atau anak kos punya pola makan yang kurang sehat. Salah satunya adalah kesibukan. Tentu kita tahu bagaimana kegiatan mahasiswa di kampus, bukan hanya jadwal kuliah, tapi juga jadwal kegiatan di himpunan yang kadang bisa memakan waktu sampai larut malam. Pengalaman saya sempat ikut unit marching band, latihannya kalau gak dari pagi sampai sore, ya dari siang sampai larut malam. Berawal dari sini biasanya para anak kos kurang memerhatikan makanan mereka. Anak kos memang tak bisa lagi merasa senyaman di rumah yang apa-apa sudah tersedia dan bisa tinggal langsung makan aja karena sudah dimasakin ibu. Yah, kalau sudah lapar paling beli makanan seadanya saja langsung embat! Pokoknya makan! Selain itu anak kos juga cenderung lebih memilih makanan yang cepat saji alias instan. Selain karena praktis dan tidak menyita waktu, alasan lainnya yaitu karena harganya jauh lebih murah. Yang penting hemat, tapi kadang jadi mengabaikan yang sehat. Contoh nyatanya apalagi kalau bukan mie instan. Yup. Mie instan emang  praktis, murah, dan enak. Tapi kalau keseringan kan gak baik juga buat kesehatan.

ByrqUHDCQAAu1fv

Meme kehidupan anak kos (via 1cak.com). Sebenarnya bukanlah hal yang lucu dan patut untuk ditertawakan, sih. -_-

 

Berhubung saya punya riwayat maag, sewaktu kuliah sampai sekarang pun saya coba untuk mengurangi konsumsi mie instan dan junk food lainnya. Ada beberapa kebiasaan yang saya terapkan agar tetap memiliki pola makan dan gaya hidup yang sehat selama di perantauan:

  • Masak dan bawa bekal makan sendiri

Ini memang tidak mudah. Beruntungnya saya yang mendapat tempat kos dengan fasilitas dapur, jadi leluasa untuk masak. Tapi sebenarnya sebelum dapat kosan berdapur pun, saya suka coba-coba masak dengan alat seadanya. Dan itu berhasil.

Menariknya, peralatan masak yang paling sederhana yang pasti dimiliki oleh hampir semua anak kos justru bisa mengolah makanan dengan jauh lebih sehat. Tentu kita tahu rice cooker berfungsi pula untuk mengukus makanan, kan? Nah, ketimbang digoreng, mengolah makanan dengan cara dikukus tentu lebih sehat karena mengurangi konsumsi minyak. Contohnya ketimbang telur goreng, coba deh telur kukus. Sama-sama enak kok.

Metode lain juga bisa diterapkan dengan rice cooker ini. Kan banyak tuh tips atau hack ala anak kos-kosan, salah satunya hack memasak. Gak Cuma ngukus, kita juga bisa rebus, numis, bahkan sampai masak nasi goreng! Hihi.. Selain rice cooker alat lain yang bikin praktis masak buat anak kos sih microwave. Di internet juga banyak kan resep praktis microwave food yang cuma memakan waktu beberapa menit saja.

Perlu dicatat nih, ternyata proses memasak itu juga bisa berpengaruh terhadap diet, lho!

  • Perbanyak konsumsi sayuran

Pernah perhatikan penjual makanan di sekitar kampus atau kontrakan mahasiswa? Sebagian besar dari mereka menyediakan makanan yang tak jauh dari menu-menu seputar ayam goreng, ayam tepung, pecel lele, nasi goreng, mie goreng, dsb. Sedangkan menu sayuran sangat minim sekali. Kalau pun ada, sebatas tumisan atau sayur di warteg yang biasanya sudah dingin.

Untuk pola makan yang seimbang, sebenarnya tidak sulit untuk menyiasati hal ini. Jujur, sebagai orang Sunda yang tak bisa hidup tanpa lalapan, saya merasa beruntung. Jadi ketika makan ayam goreng, tentu saja saya selalu memilih lalapan segar sebagai pelengkap. Jadi protein dari dagingnya dapat, vitamin dan serat dari sayurannya juga tak ketinggalan.

Kalau untuk masak sendiri di kosan pun, menu sayuran sebenarnya paling mudah untuk diolah. Tinggal di rebus dijadikan sup, atau bahkan yang paling praktis: tinggal dipotong-potong untuk dijadikan salad! Yum! Jadi gak ada alasan kalau gak ada peralatan masak yang memadai ya… Hehe.

Sayuran di pasar tradisional Cihapit

Satu hal yang perlu digaris bawahi juga sayuran itu harganya jauh lebih murah ketimbang daging (ya eyalah). Dan tentu saja sebenarnya sayuran itu adalah bahan yang mudah didapat. Banyak sekali loh bahan makanan bergizi di sekeliling kita!   Coba sesekali mampir ke pasar-pasar tradisional, di sana juga banyak yang menjual sayuran berkualitas. Apalagi kalau di tempat saya biasanya para pedagangnya memasok sayuran langsung hari itu juga dari petani di Lembang. Segar dan murah, serta tentu saja kita juga membantu para petani lokal secara tidak langsung.

  • Bawa air minum sendiri

Hal ini mungkin adalah langkah termudah untuk menjalani pola hidup sehat. Yup, semasa kuliah saya selalu membawa botol minum saya sendiri. Saya sudah tak mengkonsumsi minuman semacam soft drink atau sirup, jadi air putih merupakan satu hal yang selalu saya bawa agar tetap terhidrasi. Selain air putih lebih sehat, kalau bawa sendiri kita juga bisa lebih hemat dan mengurami sampah botol plastik. Yeay!


Tips di atas menurut saya juga bagus bagi yang sedang mencoba untuk berdiet. Karena pada hakikatnya diet itu kan mengontrol apa yang kita makan, bukan mengurangi apa yang kita makan, nanti malah kelaperan. Hehe.. Jadi memang kalau mau sehat ya, kita harus memperhatikan apa yang kita konsumsi. Seperti kata pepatah:

“You are what you eat.”

Tapi kalau misalnya kita masih bingung dengan pola diet kita atau memang  gak ada waktu buat nyiapin makanan sendiri terutama buat teman-teman yang merantau di kota super sibuk macam Jakarta, jangan khawatir atau berputus asa! Ada Gorry Gourmet yang akan membantu kita!

Gorry Gourmet merupakan penyedia jasa catering. Tetapi jasa catering ini beda dengan catering lain yang banyak berada di luar sana. Gorry Gourmet hanya menyajikan menu yang sehat. Jadi kalau kita pesan menu dari Gorry Gourmet, pola makan kita bakal terjadwal, asupan nutrisi kita juga bakal diatur supaya seimbang.

abc

 

Keunggulan Gorry Gourmet:

a-vert

Ada beberapa paket produk diet sehat yang ditawarkan Gorry Gourmet. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan kita, karena masing-masing individu memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Ada produk khusus diet menurunkan berat badan, diet rendah karbo, diet menaikkan massa otot, sampai diet kebutuhan khusus juga ada. Tak hanya bagi orang dewasa, Gorry Gourmet juga menyediakan paket khusus bagi anak-anak yang dirancang untuk meningkatkan kecerdasan dan daya tahan tubuh.  Untuk lebih jelasnya bisa cek di: www.gorrygourmet.com.

Salmon Steak a la Gorry Gourmet

Dan jangan khawatir, menu di Gorry Gourmet banyak banget variannya dan dijamin enak! Gorry Gourmet memang ingin menghapus stigma bahwa makanan sehat itu pasti hambar dan gak enak.

Nah, gimana? Gak ada alasan lagi buat gak hidup sehat kan? Kesibukan, jauh dari rumah dan orang tua bukan kendala kok. Justru pasti orang tua kita juga ingin anak-anaknya makan teratur dan sehat selalu. Selamat berjuang di perantauan ya, teman-teman!

Advertisements

2 thoughts on “Perjuangan Hidup Sehat Si Anak Rantau

  1. Makanan yang ada di gorrygourmet walaupun seperti siap saji, tapi takaran nutrisinya tidak akan membuat kita jadi gemuk. Itu karena telah di atur oleh ahli gizi yang telah berpengalaman di bidangnya. Oleh : kangamir dot kom

    • Menu di Gorry Gourmet malah lebih mirip kayak menu-menu di restaurant menurut saya mah. Bikin ngiler lihat IG-nya juga, jadi pengen makan makanan sehat terus kalo kayak gini mah hehe… 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s