Menikmati Alam dan Budaya Sunda di Kebon Awi Kaffee

Daya tarik Bandung sebagai kota wisata memang sudah tak asing lagi. Setiap akhir pekan, pemandangan jalanan kota Bandung yang padat dengan kendaraan dari dalam maupun luar kota dapat kita saksikan sebagai buktinya. Akan tetapi semakin ramai Bandung, semakin banyak pula yang berubah dari tatanan kota kembang ini. Banyaknya turis membuka peluang bisnis yang menjanjikan, sehingga ada banyak bangunan-bangunan baru didirikan. Kalau kita perhatikan, area-area wisata yang sering dikunjungi turis justru semakin marak dengan tempat-tempat seperti kafe atau restoran yang menawarkan hidangan barat, mall, bioskop, butik, dan sebagainya. Lantas, apa bedanya Bandung yang sekarang dengan kota-kota besar lainnya? Tapi rupanya ada pula sebuah tempat di kota Bandung yang menawarkan kita untuk berwisata dan bernostalgia ke Bandung masa lalu, tanah parahyangan yang tenang dan sejuk yang kental dengan tradisi kebudayaan kasundaan-nya. Tempat itu ialah #KebonAwiKaffee .

IMG20171104101422 Continue reading

Advertisements

Tak Ada Sastra Hari Ini

source: pexels.com

Sepertinya hari ini adem ayem saja. Lini masa dipenuhi postingan-postingan keseharian seperti biasa. Tak terlihat gambar-gambar bak kartu ucapan sebagai bentuk peringatan atau perayaan apa pun. Tak ada pula kutipan-kutipan buku atau penulis.

Saya dengar sejak 2013 lalu pemerintah telah resmi menetapkan tanggal 3 Juli  sebagai Hari Sastra Nasional. Penetapan ini berdasarkan tanggal lahir Abdul Moeis,  penulis novel Salah Asuhan. Tapi  saya dengar pula banyak polemik mengenai ini. Continue reading

Yang Layak Viral Dari Beauty and The Beast

(Source: IMDb.com)

Setelah beberapa pekan bertengger di layar bioskop, film Beauty and the Beast (BaTB) akhirnya turun layar juga. Pada waktu awal rilisnya, sempat ramai kabar soal wacana pemboikotan film ini oleh sebagian pihak. Kabarnya sih, karena BatB ini menyisipkan unsur LGBT. Sosial media pun ramai oleh peringatan untuk tidak menonton film ini, terutama bagi anak-anak.

Continue reading

Mengintip Dunia Sukab Bersama SGA

csng03hukaaxh1s-jpg-largeBagi yang memperhatikan dunia sastra Indonesia, nama Seno Gumira Ajidarma (SGA) tentu sudah tidak asing terdengar. Tulisan-tulisan beliau sudah sangat sering berseliweran di koran-koran nasional. Cerpen dan essaynya sangat khas dengan tokoh bernama Sukab.  Dalam rangkaian acara Pekan Literasi Kebangsaan yang bertempat di Gedung Indonesia Menggugat, tepatnya pada hari Selasa, 06 Desember 2016, SGA berbagi kisah tentang kumpulan cerpennya dari periode tahun (1985-2014) yang berjudul Dunia Sukab. Continue reading

Wisata Ke Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung

Apa sih yang membuat seseorang tertarik untuk mengunjungi sebuah tempat? Pemandangannya? Suasananya? Ragam budayanya? Di balik semua keindahan dan keunikan tersebut, tentu saja kita juga akan mempertimbangkan soal kenyamanan serta pelayanan yang ada.

sam_1243
Yup, dunia pariwisata memang membutuhkan strategi untuk menarik pengunjung, seperti bisnis lainnya. Hospitality atau keramahtamahan merupakan hal yang krusial dalam hal ini. Berhubung Indonesia punya potensi wisata yang tidak akan ada habis-habisnya, pembekalan mengenai hospitality tentu sangat dibutuhkan untuk mengembangkan minat dan kualitas pariwisata. Sayangnya, pendidikan hospitality tampaknya masih dinomor sekian-kan oleh kebanyakan orang. Biasalah, yang keren itu ya katanya pendidikan eksak. Padahal orang-orang eksak banyak yang gak ramah, gak asik, pada serius semua! Ujung-ujungnya mereka butuh piknik. Hehehe…

Nah, biar tahu betapa kerennya bidang pariwisata itu, yuk kita intip salah satu dari segelintir sekolah pariwisata di Indonesia! Beberapa waktu yang lalu kebetulan saya dan teman-teman blogger diundang untuk keliling Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung atau STPB (dulu dikenal sebagai Enhaai). Ada apa aja sih di dalamnya? Continue reading

Saptonan dan Legenda Kota Kuda

Kota kecil itu bernama Kuningan. Tak seramai Jakarta, tak sepopuler Bandung, serta tak sefenomenal Bekasi. Di atas peta pulau Jawa, ia menyempil begitu saja di ujung timur Jawa Barat, bersebelahan dengan Jawa Tengah. Tak banyak yang melewatinya, sebab untuk menyeberang dari barat ke timur atau sebaliknya, orang-orang lebih memilih mengucap permisi pada jalanan Cirebon yang terik dan khas beraroma udang.  Kuningan yang kebanyakan orang tahu hanya sebatas puncak Ciremai yang menantang para pendaki untuk berselfie. Selebihnya, paling tidak orang cuma mengangkat bahu.

Kuningan, kota yang tenang dan rindang, yang dijuluki Sang Kota Kuda…

“Kenapa dijuluki Kota Kuda? Apa di sana banyak kuda?” pertanyaan dosen saat saya sedang presentasi mata kuliah Tourismus terngiang kembali.

Waktu itu saya menggeleng. Tidak, di kota kelahiran saya tidak terdapat banyak kuda. Tapi kota saya punya legenda.

487434_103090163181927_1484864864_n
Continue reading