Buku Sastra yang Mudah Dibaca

Istilah sastra identik dengan karya-karya yang filosofis, simbolis, dan memiliki gaya bahasa tinggi. Karya sastra memang punya peran penting bagi peradaban, penulis-penulisnya kerap menjadi sosok yang diagungkan. Penghargaan Nobel yang bergengsi juga memiliki segmen khusus untuk mengapresiasi kategori sastra. Maka tak heran jika sastra cenderung memiliki penggemar yang eksklusif. Tak semua orang suka membaca karya sastra. Kebanyakan orang lebih memilih bacaan yang mereka anggap ringan untuk mengisi waktu luang. Ini sah-sah saja karena bagi banyak orang, kegiatan membaca itu adalah untuk relaksasi dan menenangkan pikiran, bukan justru untuk menambah mumet pikiran. Tak heran pula jika buku sastra tidak selaris buku genre populer lain yang banyak beredar di pasaran.

literature-tuition-online-singapore

“Sastra itu rumit.”

“Duh, saya gak ngerti kalau bahas buku sastra. Gak kesampean.”

Kalimat-kalimat bernada demikian sering saya dengar. Sebetulnya gak baca buku sastra dan lebih memilih buku populer juga gak apa sih. It’s a matter of preference. Yang kenapa-kenapa itu kalau gak baca buku sama sekali, kan bisa runtuh generasi kita nanti. Hehehe.

Jadi, sastra itu rumit apa enggak? Continue reading

Advertisements

Kesedihan dalam Buku Anak dan Kesedihan dalam Diri Anak

boy-reading-resized-750x325

pict.: greatschool.org

Tanggal 02 April kemarin adalah Hari Buku Anak Sedunia yang bertepatan dengan ulang tahun penulis cerita anak asal Denmark, Hans Christian Andersen. Kemarin saya sempat mengobrol sekaligus menyimak diskusi ringan di beberapa media soal buku anak ini dan mau tak mau mengingatkan saya akan masa kecil serta masa kuliah saya yang beberapa kali membuat saya berkutat dengan hal-hal terkait buku anak.

Saya juga sempat menemukan beberapa artikel menarik dari beberapa media dan pemerhati sastra anak luar yang menarik. Salah satunya adalah mengenai anggapan apakah cerita dalam buku anak itu harus selalu bahagia?

Continue reading

Bernostalgia dengan Rubrik Throwback di IDN Times

“Wish we could turn back time, to the good old days

When our momma sang us to sleep, but now we’re stressed out.”

(Twenty One Pilots – Stressed Out)

Hhhh…kayaknya semua orang setuju deh kalau semakin bertambah usia seseorang, semakin banyak hal yang harus ia hadapi. Rasanya jadi orang dewasa itu gak enak. Kita jadi sadar betapa indahnya masa kecil kita dulu, ketika hal yang kita khawatirkan masih sebatas PR matematika dan hal yang bikin kita emosi adalah huruf “N” dari permen Yos*n yang gak ketemu-ketemu.  Wkwkw. Tetapi seperti kata pepatah klasik: no pain, no gain. Bagaimanapun kita harus melanjutkan hidup dan berjuang menghadapi segala masalah yang ada. Huhu… Eh, tapi menjadi dewasa bukan berarti kita harus selalu bersikap serius dan berorientasi ke depan terus, lho. Sesekali kita juga berhak relaksasi dan santai-santai kok. Masa lalu bolehlah sesekali kita tengok, baik itu buat mengenang hal-hal yang indah atau belajar dan introspeksi dari kebodohan yang pernah kita lakukan hahaha.

giphy2

Ketika medsos isinya berita adu domba dan nyinyiran semua… Yang bener aja, lo?

Begitu pula soal membaca artikel. Membaca artikel di sebuah portal berita memang bikin kita pintar dan selalu terbaharui alias up to date terhadap peristiwa yang terjadi. Tapi lagi-lagi kalau bacaanya serius terus lama-lama mumet juga. Emang gak capek apa serius terus? Continue reading

Dear Ladies, Pipis Bukan Perasaan: Jangan Ditahan, Hadapi Dengan Uri-Cran!

Pipis Bukan Perasaan yang Mesti Ditahan

nahan pipis, kebelet

Karena kebetulan tanggal 08 Maret kemarin – bertepatan dengan perayaan Hari Perempuan Internasional, maka pertama-tama izinkan saya mengucapkan selamat pada seluruh kaum hawa di mana pun kalian berada. You ladies, are strong and awesome!

Tahu gak kenapa perempuan itu makhluk kuat? Karena dia sering banget dan cerdik dalam menahan sesuatu, misalnya perasaan. Eaaa…. Akan tetapi ada satu hal selain perasaan yang suka para perempuan tahan dan harus dihentikan, yakni pipis. Wkwkwk…. Eits, jangan ketawa dulu! Nahan pipis kayaknya emang lucu ya, tapi sebenarnya risikonya sama sekali gak lucu loh. Malah, amat berbahaya!

Continue reading

Kulit Sehat dan Awet Muda dengan Vitamin D3 dan Dermal Filler

“Bertambah tua itu pasti, tampil awet muda itu pilihan.”

Yup, siapa sih yang tidak mau punya penampilan yang selalu tampak muda? Dalam seminar kesehatan yang diselenggarakan Lineation Korean Center, saya mendapat materi mengenai kesehatan, terutama yang berhubungan dengan kondisi kulit. Bagaimana sih supaya kulit tetap terlihat sehat dan awet muda? Jawabannya ada di materi yang diberikan oleh dr. Alvi mengenai fungsi D3 bagi kulit, serta materi Dermafiller dari dr. David (untuk materi soal Fisioterapi akan diposting terpisah yaa).

28055886_10215974269292726_2389318417890355218_n

Tetap terlihat cantik dengan kulit yang kencang, cerah, merona, meski di usia yang sudah tak lagi remaja adalah dambaan tiap orang, terutama kaum hawa. Itu bukanlah hal yang mustahil untuk didapatkan. Asal, kita mau berusaha. Caranya? Ya dengan memiliki pola hidup sehat. Pertama-tama kebiasaan pola hidup sehat itu tentu saja harus ditanamkan sejak usia muda. Nutrisi tubuh kita harus benar-benar tercukupi, salah satu nutrisi penting yaitu vitamin D. Nah, langsung saja kita simak materi pertama dari dr. Alvi yang sudah saya rangkum berikut, yuk!

Continue reading

Jalan-Jalan Sambil Menuai Kebaikan

me2

Seberapa sering kita merasa jenuh dengan aktivitas dan berpikir, “Aku butuh piknik!”? Yah, piknik atau sekadar jalan-jalan untuk melepas penat memang menjadi kebutuhan di zaman sekarang. Kita memang butuh sejenak melupakan kesibukan dan menikmati hidup untuk merasakan kebahagiaan. Tapi seberapa sering “Aku butuh piknik!” cuma jadi teriakan pelampiasan stress semata? Lalu pada akhirnya kita kembali sibuk dengan pekerjaan, stress lagi, teriak lagi. Continue reading

Membincangkan Muslihat Musang Emas

IMG-20180216-WA0003

Pada hari Jum’at, 16 Februari lalu, saya dan beberapa kawan dari Biblio Forum mengadakan agenda jalan-jalan yang kami namakan Bibliotrip. Jalan-jalan yang bukan sekadar jalan-jalan, karena perjalanan tersebut sekaligus mencari ilmu mengenai sastra, buku-buku, dan tulisan. Tujuan kami siang itu adalah Kineruku, sebuah kafe sekaligus perpustakaan di daerah Hegarmanah yang menyelenggarakan acara bedah buku Muslihat Musang Emas karya Yusi Avianto Pareanom. Meski belum pernah membaca buku Muslihat Musang Emas, saya amat tertarik karena nama Om Yusi ini cukup terkenal di kalangan penggemar sastra, terlebih saya sudah lama mengincar novelnya yang berjudul Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi yang dapat penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa itu. Rupanya Om Yusi juga adalah teman baik dari mentor nulis saya, jadi saya juga memang disarankan mentor untuk ikut acara tersebut “biar bisa belajar lebih banyak,” katanya. Secara kebetulan, pengisi acara kedua (pemantik diskusi) bedah buku tersebut adalah kenalan saya, Kang “Mamad” yang suka malas bangun pagi. Dia ini esais muda dan tulisannya sudah sering tayang di media daring.

Continue reading