Membincangkan Muslihat Musang Emas

IMG-20180216-WA0003

Pada hari Jum’at, 16 Februari lalu, saya dan beberapa kawan dari Biblio Forum mengadakan agenda jalan-jalan yang kami namakan Bibliotrip. Jalan-jalan yang bukan sekadar jalan-jalan, karena perjalanan tersebut sekaligus mencari ilmu mengenai sastra, buku-buku, dan tulisan. Tujuan kami siang itu adalah Kineruku, sebuah kafe sekaligus perpustakaan di daerah Hegarmanah yang menyelenggarakan acara bedah buku Muslihat Musang Emas karya Yusi Avianto Pareanom. Meski belum pernah membaca buku Muslihat Musang Emas, saya amat tertarik karena nama Om Yusi ini cukup terkenal di kalangan penggemar sastra, terlebih saya sudah lama mengincar novelnya yang berjudul Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi yang dapat penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa itu. Rupanya Om Yusi juga adalah teman baik dari mentor nulis saya, jadi saya juga memang disarankan mentor untuk ikut acara tersebut “biar bisa belajar lebih banyak,” katanya. Secara kebetulan, pengisi acara kedua (pemantik diskusi) bedah buku tersebut adalah kenalan saya, Kang “Mamad” yang suka malas bangun pagi. Dia ini esais muda dan tulisannya sudah sering tayang di media daring.

Continue reading

Advertisements

Ngobrol Seru Tentang Perempuan dan Rahasia Keluarga Harmonis di HIJUP Bloggers Meet Up X Arisan Resik Kota Bandung

“Karena wanita ingin dimengerti, lewat tutur lembut dan laku agung…”

Masih ingat petikan lagu jadul dari Ada Band di atas? Well, bagi generasi 90-an kayak saya sih mungkin masih, ya. Secara itu lagu hits banget dan sering diputar berkali-kali di radio maupun tv. Mungkin karena judul lagunya “Karena Wanita Ingin Dimengerti”, banyak sekali fangirl-fangirl yang mengelu-elukan lagu ini, serasa bahwa ini lagu emang “gue banget”. Iyalah, perempuan mana yang tak mau dimengerti coba? Sebagai mahluk yang katanya super rumit sekaligus menjadi simbol keindahan dan perhiasan dunia, perempuan memang perlu perhatian khusus. Eh, tapi bukan berarti cuma diperhatikan dan dimengerti oleh para lelaki saja ya. Kita selaku perempuan pun berhak dan wajib tahu soal diri dan tubuh kita sendiri.

Nah, biar tahu lebih banyak soal perempuan, pertengahan Desember lalu saya ikutan #HIJUPbloggersmeetup X Arisan Resik Kota Bandung. Acara yang bertempat di Morning Glory Cafe Mitra Hotel Rooftop ini mengupas hal tentang bagaimana menjaga tubuh perempuan, sekaligus menjaga keharmonisan keluarga. Eaaaa. Saya emang belum berkeluarga sih, tapi ya gak apa-apa, kan siap-siap hehehe..

IMG20171214133331

Continue reading

Ngumpul Bareng Blogger Muslimah Bandung

Saya pernah membaca sebuah tulisan yang mengatakan bahwa dibandingkan lelaki, perempuan lebih cerdas secara linguistik. Itulah kenapa kebanyakan perempuan senang berkumpul dan mengobrol. Terlebih karena perempuan lebih peka secara emosional, maka pelampiasan atau pengekspresian lewat kata-kata (entah itu secara verbal maupun tertulis) sudah menyerupai sebuah kebutuhan yang mutlak.

Mungkin itulah kenapa komunitas atau perkumpulan-perkumpulan para perempuan amat banyak bermunculan dan kebanyakan mampu bertahan dengan cukup lama. Contoh terkecil adalah budaya arisan, PKK atau pengajian. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, kita bisa menemukan komunitas perempuan yang lebih beragam, serta menyesuaikan tren. Misalnya komunitas hijaber atau blogger. Kebetulan sekitar sepekan yang lalu saya menghadiri acara Meet Up Blogger Muslimah Bandung. Continue reading

Kreatif Itu Asyik: Corat-Coret, Juhat-Jahit dan Ide Kelulusan SMA yang Unik

Setiap momen kelulusan SMA, pasti ada aja yang suka corat-coret seragam pakai cat pylox atau spidol warna-warni. Banyak yang mengecam aksi ini, karena hanya dianggap euforia dan selebrasi sesaat yang tak begitu bermanfaat. Daripada rame-rame saling ngotorin seragam pakai tandatangan, ucapan perpisahan dan nama-nama genk yang suka mangkal di kantin sekolahan gak jelas kayak gitu, mending sujud syukur, sungkem sama guru, kepsek dan orangtua, terus sumbangin deh seragamnya buat adik kelas yang membutuhkan. Jreengg, lalu jadilah anak yang berbakti pada nusa dan bangsa!

Eh, tapi emang harus banget kayak gitu? Meski cuma selebrasi, lulus SMA juga kan cuma sekali seumur hidup? Gak boleh ya, mengekspresikan kebahagiaan lewat corat-coret baju? Seragam juga punya kita, terserah kita donk mau diapa-apain juga.

Hm… oke, oke. Jangan tawuran, plis.

Jadi ya, pertama-pertama saya mau berbagi cerita buat adek-adek SMA dan juga para orangtua atau guru yang anti vandalisme macam itu. Siapa tahu kalian jadi terinspirasi hehe.  Continue reading

RoadBlog Bandung : Menuju Jalan Blogging Yang Benar

Awal Mei lalu saya mendapat kesempatan untuk mengikuti acara seminar dan workshop RoadBlog 10 Cities yang diadakan oleh Excite Indonesia. Kota  Bandung mendapat giliran ke-9 dan bertempat di Best Western Premier La Grande Hotel Bandung.

Jujur, waktu itu saya cuma punya modal iseng dan nekat saja untuk daftar acara besar (secara, tempatnya di hotel dan bertabur sponsor ciamik) ini. Riwayat ngeblog saya saya memang suduh cukup lama, namun itu hanya sebagai pemuas hasrat menulis saja. Jadi kalau saya bikin postingan, paling banter pas ada mood dan ide lewat, itu juga pakai automatic publish ke akun sosmed, gak ada wara-wiri sana-sini, apalagi mampir komen sana-sini promoin blog sendiri. Haha, gak ada! Tapi, eh ternyata… Continue reading