Flashback 2016 : Menoleh Kembali

2017 Calender on the red cubes

2017 Calender on the red cubes

Selamat tahun baru! Ini adalah postingan pertama di tahun 2017. Yeay! Di awal tahun, orang berbondong-bondong menulis resolusi. Pasalnya, tahun baru = harapan dan mimpi-mimpi baru. Akan tetapi, saya tidak akan menulis resolusi di sini. Malahan, saya mau bernostalgia, mengenang kembali momen-momen di tahun 2016. Kenapa? Gak bisa move on? Plis, deh…

Seperti kata bapak proklamator kita, “JAS MERAH. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah!” Seperti itu saya percaya bahwa masa-masa yang telah lalu berfungsi seperti kaca spion yang perlu sesekali kita tengok demi mencapai tujuan di depan dengan lancar dan selamat. Nah, dengan menyadari hal-hal apa saja yang telah kita alami di tahun sebelumnya, bisa menjadi pelajaran dan monitor untuk mendapatkan target kita di tahun selanjutnya. Continue reading

Menu Baru Menjelang Tahun Baru dari Sauté Family Resto

Tak terasa, 2017 tinggal menghitung hari. Sudah mempersiapkan apa saja untuk menyambut tahun baru? Resolusi baru? Mimpi baru? Baju baru? Gadget baru? Atau…*ehem* kekasih baru? Yah, apapun itu, semoga saja kita semua mendapat berkah dan menjadi lebih baik baik dari tahun-tahun sebelumnya. Nah, menjelang tahun baru, ada yang baru juga lho dari Sauté Family Resto. Mulai besok, tanggal 16 Desember 2016 Sauté secara resmi akan merilis beberapa hidangan ke dalam menunya. Wah, apa saja sih kira-kira?

sam_2046 Continue reading

Review: Surga Sungsang: Buku Cerita

Surga Sungsang: Buku Cerita
Surga Sungsang: Buku Cerita by Triyanto Triwikromo

My rating: 3 of 5 stars

Membaca buku ini memang membuat pikiran sungsang. Unsur puisi, legenda, spiritual, sejarah, essai dan realitas sosial berkumpul, berembuk dalam sebuah fiksi yang ajaib dan “tidak normal”. Tapi memang sampai kapan kita mau bermanja-manja dengan bacaan yang “normal” sementara dunia saja sudah lama pudar kewarasannya? Memahami kenyataan yang terjadi di sosial masyarakat kita, tak akan berhasil jika kita tidak mau ikut mengintip ke bagian gelap itu. Intrik dan konflik yang disajikan dalam cerita-cerita di buku ini sejatinya adalah refleksi, hanya saja dibuat semenakjubkan mungkin. Maka hal itulah yang mungkin membuat pusing kebanyakan pembaca awam (termasuk saya sendiri), sebab sang penulis buku ini imajinasinya bak tanaman rambat yang lupa dibabat. Liar! Juga bikin lieur! Continue reading

Momen Kenyang bareng HokBen

Jujur, saya bukan penggemar fastfood alias makanan cepat saji. Memang yang namanya makanan cepat saji ya pasti praktis dan tak perlu menunggu lama, namun salah satu alasan kenapa saya tak menggemarinya adalah saya suka  cepat lapar lagi setelah mengonsumsinya. Hahaha. Memang serba cepat sih ya. Tetapi ternyata ada loh restoran cepat saji yang menyediakan makanan yang bikin lama kenyangnya.

img_20161008_124110
Continue reading

Redsdipo : Warung Seafood Legendaris

logo

Idul adha memang sudah usai, namun sepertinya aroma daging sapi dan kambing masih saja bergentayangan. Nah, daripada enek lama-lama kepikiran kolesterol, sekarang saatnya kita move on ke hidangan yang lebih sehat. Karena kemarin-kemarin sudah kenyang dengan makanan berlemak, sekarang waktunya kita penuhi asupan protein. Yup, it’s time for Seafood! Yeaaayyy… 😀 Continue reading

Wisata Ke Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung

Apa sih yang membuat seseorang tertarik untuk mengunjungi sebuah tempat? Pemandangannya? Suasananya? Ragam budayanya? Di balik semua keindahan dan keunikan tersebut, tentu saja kita juga akan mempertimbangkan soal kenyamanan serta pelayanan yang ada.

sam_1243
Yup, dunia pariwisata memang membutuhkan strategi untuk menarik pengunjung, seperti bisnis lainnya. Hospitality atau keramahtamahan merupakan hal yang krusial dalam hal ini. Berhubung Indonesia punya potensi wisata yang tidak akan ada habis-habisnya, pembekalan mengenai hospitality tentu sangat dibutuhkan untuk mengembangkan minat dan kualitas pariwisata. Sayangnya, pendidikan hospitality tampaknya masih dinomor sekian-kan oleh kebanyakan orang. Biasalah, yang keren itu ya katanya pendidikan eksak. Padahal orang-orang eksak banyak yang gak ramah, gak asik, pada serius semua! Ujung-ujungnya mereka butuh piknik. Hehehe…

Nah, biar tahu betapa kerennya bidang pariwisata itu, yuk kita intip salah satu dari segelintir sekolah pariwisata di Indonesia! Beberapa waktu yang lalu kebetulan saya dan teman-teman blogger diundang untuk keliling Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung atau STPB (dulu dikenal sebagai Enhaai). Ada apa aja sih di dalamnya? Continue reading