Ngobrol Seru Tentang Perempuan dan Rahasia Keluarga Harmonis di HIJUP Bloggers Meet Up X Arisan Resik Kota Bandung

“Karena wanita ingin dimengerti, lewat tutur lembut dan laku agung…”

Masih ingat petikan lagu jadul dari Ada Band di atas? Well, bagi generasi 90-an kayak saya sih mungkin masih, ya. Secara itu lagu hits banget dan sering diputar berkali-kali di radio maupun tv. Mungkin karena judul lagunya “Karena Wanita Ingin Dimengerti”, banyak sekali fangirl-fangirl yang mengelu-elukan lagu ini, serasa bahwa ini lagu emang “gue banget”. Iyalah, perempuan mana yang tak mau dimengerti coba? Sebagai mahluk yang katanya super rumit sekaligus menjadi simbol keindahan dan perhiasan dunia, perempuan memang perlu perhatian khusus. Eh, tapi bukan berarti cuma diperhatikan dan dimengerti oleh para lelaki saja ya. Kita selaku perempuan pun berhak dan wajib tahu soal diri dan tubuh kita sendiri.

Nah, biar tahu lebih banyak soal perempuan, pertengahan Desember lalu saya ikutan #HIJUPbloggersmeetup X Arisan Resik Kota Bandung. Acara yang bertempat di Morning Glory Cafe Mitra Hotel Rooftop ini mengupas hal tentang bagaimana menjaga tubuh perempuan, sekaligus menjaga keharmonisan keluarga. Eaaaa. Saya emang belum berkeluarga sih, tapi ya gak apa-apa, kan siap-siap hehehe..

IMG20171214133331

Continue reading

Advertisements

Potensi Medical Tourism Indonesia di RS Melinda 2

Apa yang terbersit di benak kita saat mendengar kata pariwisata? Tentu yang bermunculan adalah hal-hal yang tak jauh dari jalan-jalan, liburan, seni, hiburan, pertunjukkan, serta kuliner atau makanan. Akan tetapi tahukah teman-teman bahwa pariwisata yang sedang berkembang di negara kita tak terbatas hanya dari aspek-aspek itu saja? Saya pun baru tahu bahwa kementrian pariwisata kita juga sedang mengembangkan pariwisata dari aspek medis atau yang disebut dengan Medical Tourism.

Medical Tourism memiliki arti perjalanan yang dilakukan seseorang ke luar negara tempat tinggalnya untuk mencari perawatan medis. Pasien yang melakukan medical tourism disebut medical tourist. (https://www.mutupelayanankesehatan.net/)

agileglobalhealthcom

source: agileglobalhealth.com

Pada press conference yang diselenggarakan pada hari Selasa, 12 Desember 2017 di RS Melinda 2, Medical Tourism yang didukung penuh oleh RS Melinda 2 sendiri dikenalkan dengan konsep yang dekat, ramah, dan nyaman bagi masyarakat. Jika di sebagian besar RS kesan yang muncul adalah atmosfir dingin, serba polos, dan kaku, tidak begitu halnya di RS Melinda 2. Continue reading

Menikmati Alam dan Budaya Sunda di Kebon Awi Kaffee

Daya tarik Bandung sebagai kota wisata memang sudah tak asing lagi. Setiap akhir pekan, pemandangan jalanan kota Bandung yang padat dengan kendaraan dari dalam maupun luar kota dapat kita saksikan sebagai buktinya. Akan tetapi semakin ramai Bandung, semakin banyak pula yang berubah dari tatanan kota kembang ini. Banyaknya turis membuka peluang bisnis yang menjanjikan, sehingga ada banyak bangunan-bangunan baru didirikan. Kalau kita perhatikan, area-area wisata yang sering dikunjungi turis justru semakin marak dengan tempat-tempat seperti kafe atau restoran yang menawarkan hidangan barat, mall, bioskop, butik, dan sebagainya. Lantas, apa bedanya Bandung yang sekarang dengan kota-kota besar lainnya? Tapi rupanya ada pula sebuah tempat di kota Bandung yang menawarkan kita untuk berwisata dan bernostalgia ke Bandung masa lalu, tanah parahyangan yang tenang dan sejuk yang kental dengan tradisi kebudayaan kasundaan-nya. Tempat itu ialah #KebonAwiKaffee .

IMG20171104101422 Continue reading

Kreatif Itu Asyik: Corat-Coret, Juhat-Jahit dan Ide Kelulusan SMA yang Unik

Setiap momen kelulusan SMA, pasti ada aja yang suka corat-coret seragam pakai cat pylox atau spidol warna-warni. Banyak yang mengecam aksi ini, karena hanya dianggap euforia dan selebrasi sesaat yang tak begitu bermanfaat. Daripada rame-rame saling ngotorin seragam pakai tandatangan, ucapan perpisahan dan nama-nama genk yang suka mangkal di kantin sekolahan gak jelas kayak gitu, mending sujud syukur, sungkem sama guru, kepsek dan orangtua, terus sumbangin deh seragamnya buat adik kelas yang membutuhkan. Jreengg, lalu jadilah anak yang berbakti pada nusa dan bangsa!

Eh, tapi emang harus banget kayak gitu? Meski cuma selebrasi, lulus SMA juga kan cuma sekali seumur hidup? Gak boleh ya, mengekspresikan kebahagiaan lewat corat-coret baju? Seragam juga punya kita, terserah kita donk mau diapa-apain juga.

Hm… oke, oke. Jangan tawuran, plis.

Jadi ya, pertama-pertama saya mau berbagi cerita buat adek-adek SMA dan juga para orangtua atau guru yang anti vandalisme macam itu. Siapa tahu kalian jadi terinspirasi hehe.  Continue reading