Buku Sastra yang Mudah Dibaca

Istilah sastra identik dengan karya-karya yang filosofis, simbolis, dan memiliki gaya bahasa tinggi. Karya sastra memang punya peran penting bagi peradaban, penulis-penulisnya kerap menjadi sosok yang diagungkan. Penghargaan Nobel yang bergengsi juga memiliki segmen khusus untuk mengapresiasi kategori sastra. Maka tak heran jika sastra cenderung memiliki penggemar yang eksklusif. Tak semua orang suka membaca karya sastra. Kebanyakan orang lebih memilih bacaan yang mereka anggap ringan untuk mengisi waktu luang. Ini sah-sah saja karena bagi banyak orang, kegiatan membaca itu adalah untuk relaksasi dan menenangkan pikiran, bukan justru untuk menambah mumet pikiran. Tak heran pula jika buku sastra tidak selaris buku genre populer lain yang banyak beredar di pasaran.

literature-tuition-online-singapore

“Sastra itu rumit.”

“Duh, saya gak ngerti kalau bahas buku sastra. Gak kesampean.”

Kalimat-kalimat bernada demikian sering saya dengar. Sebetulnya gak baca buku sastra dan lebih memilih buku populer juga gak apa sih. It’s a matter of preference. Yang kenapa-kenapa itu kalau gak baca buku sama sekali, kan bisa runtuh generasi kita nanti. Hehehe.

Jadi, sastra itu rumit apa enggak? Continue reading

Advertisements

Review : Deep Space-Blue Testimony dan 17 Cerita Lain

Deep Space-Blue Testimony dan 17 Cerita Lain by SM Anasrullah, dkk.

My Rating: 3 of 5 stars

Sekumpulan cerita dalam buku yang terbit pada 2002 ini, mungkin adalah tulisan-tulisan di awal karir beberapa penulis yang namanya sudah cukup kita kenal saat ini. Buku antologi ini sendiri merupakan debut pertama dari Akademi Kebudayaan Yogyakarta (AKY Press). Di awal buku ini, pertama-tama kita disuguhi pengantar panjang dari Mansour Fakih mengenai eksistensi kesusastraan yang seolah berperan sebagai pembawa pesan sekaligus pembela bagi peradaban manusia. Meski hal itu ada benarnya, namun pengantar tersebut terkesan terlalu rumit dan terasa dimewah-mewahkan, mengingat sastra itu sendiri memiliki sifat yang membumi, sehingga dibandingkan pengantar sebuah antologi cerita, hal itu mungkin akan lebih cocok ditempatkan dalam kumpulan jurnal sastra ilmiah.

Sebab tetap saja yang terpenting adalah apakah isi dari karya sastra itu sendiri dapat sampai pada pembacanya? Untunglah ketika satu per satu cerita itu terbaca, setidaknya ada beberapa yang memang menyampaikan dirinya dengan rendah hati, sederhana, membumi. Maksudnya bukan tulisan atau gaya bertutur, maupun alurnya yang sederhana, melainkan karya tersebut setidaknya mengalir dan enak dibaca sebagai “sebuah cerita”, bukan sebuah wacana atau doktrin.

Continue reading

Mengintip Dunia Sukab Bersama SGA

csng03hukaaxh1s-jpg-largeBagi yang memperhatikan dunia sastra Indonesia, nama Seno Gumira Ajidarma (SGA) tentu sudah tidak asing terdengar. Tulisan-tulisan beliau sudah sangat sering berseliweran di koran-koran nasional. Cerpen dan essaynya sangat khas dengan tokoh bernama Sukab.  Dalam rangkaian acara Pekan Literasi Kebangsaan yang bertempat di Gedung Indonesia Menggugat, tepatnya pada hari Selasa, 06 Desember 2016, SGA berbagi kisah tentang kumpulan cerpennya dari periode tahun (1985-2014) yang berjudul Dunia Sukab. Continue reading