Review: Animal Farm by George Orwell

24945435Animal Farm by George Orwell

My Rating: 4 of 5 stars

Novel ini pertama kali terbit pada tahun 1945 dan merupakan sebuah bentuk kritik terhadap totaliterisme Uni Soviet pada masa PD II. Meski telah berusia puluhan tahun, novel yang melejitkan nama George Orwell di dunia kesusasteraan ini masih laris dibaca. Karena memang, salah satu keistimewaan sebuah karya sastra adalah relevansi isu atau temanya yang tak lekang oleh jaman.

Dalam novel ini, Orwell menciptakan sebuah alegori politik yang disampaikan secara satir. Dikisahkan bahwa pada suatu hari terjadi pemberontakan oleh para binatang di Peternakan Manor. Dipimpin oleh dua ekor babi, Napeoleon dan Snowball, para binatang ternak itu berusaha memerdekakan nasib kaum binatang dari perbudakan yang dimanfaatkan manusia. Continue reading

Advertisements

Tak Ada Sastra Hari Ini

source: pexels.com

Sepertinya hari ini adem ayem saja. Lini masa dipenuhi postingan-postingan keseharian seperti biasa. Tak terlihat gambar-gambar bak kartu ucapan sebagai bentuk peringatan atau perayaan apa pun. Tak ada pula kutipan-kutipan buku atau penulis.

Saya dengar sejak 2013 lalu pemerintah telah resmi menetapkan tanggal 3 Juli  sebagai Hari Sastra Nasional. Penetapan ini berdasarkan tanggal lahir Abdul Moeis,  penulis novel Salah Asuhan. Tapi  saya dengar pula banyak polemik mengenai ini. Continue reading

Review: Perpustakaan Kelamin – Buku dan Kelamin dalam Pertaruhan

Perpustakaan Kelamin: Buku dan Kelamin dalam Pertaruhan
Perpustakaan Kelamin: Buku dan Kelamin dalam Pertaruhan by Sanghyang Mughni Pancaniti

My rating: 1 of 5 stars

.

“Ketika Tuhan meniupkan ruh padamu,
Dia simpan pada tiga tempat:
Akalmu, hatimu dan kelaminmu.
Tinggal kau yang putuskan,
Mana yang akan kau utamakan…?”
-Emha Ainun Nadjib-

Kelamin dan perpustakaan, nafsu dan akal pemikiran, sungguh dua hal yang bertolak belakang. Kelamin yang berada dalam lingkup sex, tidak dipungkiri mempunyai citra eksklusif yang “kotor”. Sedangkan perpustakaan dan buku-buku merupakan ilmu pengetahuan, sebuah simbol peradaban suci nan agung, bahkan kalau pun perpustakaan tersebut berisi segala buku tentang sex, ia tetaplah pengetahuan. Paradoks memang.

Itulah kenapa saya tertarik dengan premis yang ditawarkan oleh buku ini. Perpustakaan dan kelamin dalam pertaruhan. Menarik sekali bukan, membahas kelamin yang “kotor” dan ilmu pengetahuan yang “suci” sekaligus? Sepenting apa kelamin dibandingkan ilmu pengetahuan? Relakah kita mengorbankan kelamin demi ilmu pengetahuan? Kelamin yang pembahasannya selalu dianggap tabu dan menjijikan, rupanya tak terbayangkan juga jika kita sampai kehilangan keberadaannya. Tetapi demi kelamin, relakah pula untuk kita mengorbankan ilmu pengetahuan? Continue reading

Review: Lelaki Harimau

Lelaki Harimau
Lelaki Harimau by Eka Kurniawan

My rating: 5 of 5 stars

 

Tak seorang pun pernah mendengar seseorang membunuh dengan cara seprimitif itu. Ada dua belas pembunuhan yang mereka kenal sepanjang sejarah kota, dan mereka mempergunakan golok atau pedang. Tak ada pistol, tak ada keris, apalagi gigitan. (…)
Pikiran itu datang sekonyong-konyong, semacam wahyu cemerlang yang meletup di otaknya. Ia bilang ada isi di dalam tubuhnya, sesuatu yang tak sekadar jeroan usus, yang menggelosor keluar dan dan menggerakkan seluruh raganya, mengendalikannya dan mengajak dirinya membunuh Anwar Sadat. (…)
“Bukan aku,” kata Margio tenang dan tanpa dosa. “Ada harimau di dalam tubuhku.”

Bercerita tentang kehidupan masyarakat pinggiran, tersebutlah Margio, seorang pemuda baik, namun pemurung. Suatu hari ia dipergoki berlumuran darah, namun tak terluka. Malah, ditemukan mayat Anwar Sadat terkapar dengan leher hampir putus. Beberapa hari sebelumnya, Margio baru saja ditinggal mati Komar bin Syueb, lelaki yang amat dibenci Margio yang juga merupakan ayahnya sendiri. Ia bergembira dengan berita kematian itu. Kini ia, ibu beserta adiknya bisa hidup dengan damai. Lantas, apa yang kemudian menyebabkannya melakukan pembunuhan sadis, terlebih pada ayah gadis yang disukainya itu? Continue reading