Desember Yang Sekarat

Ada banyak yang ingin aku tuliskan sejak sebulan yang lalu. Begitu banyak hal. Namun entah kenapa ketika Desember datang, aku malah sibuk mencari-cari sesuatu untuk mendistraksi diriku dari semua hal itu. Aku ingin rebah, terpejam dan bermimpi sangat lama. Tak usah repot-repot datangkan seorang pangeran yang ingin mencumbuku hingga terbangun. Biar saja aku berjalan jauh tersesat dalam hutan, mengikuti jejak remah roti yang tercecer di jalanan. Sungguh, aku tak keberatan. Continue reading

Advertisements

~

Tidak ada yang menanyakan kabarku, tiada.
Tidak ada yang menghawatirkanku, tiada.
Tidak ada yang memenuhi permintaanku, tiada.
Tidak ada yang memanggilku,
tiada.
Tidak ada aku di benak mereka,
tiada.
Tidak ada yang sadar aku ada,
tiada.
tidak ada yang peduli aku mati,
tiada.
Tiada.
Tiada.
Tiada.
Tiada.
Tiada.
Tidak ada, bagi mereka aku tiada.
Tidak ada, aku ini tiada.
Tidak ada, tiada.