Jumanji : Welcome to the Jungle – Sebuah Permainan yang Berevolusi Bagi Generasi Masa Kini

000f0874-614

source : rte.ie

Saat ini orang-orang yang pulang dari bioskop ramai membincangkan Coco dan AAC2, yang mau tak mau menebar rasa penasaran dan menarik pengunjung bioskop lainnya untuk menonton kedua film tersebut. Well, itulah yang terpikir di benak saya dan teman saya ketika melihat antrean tiket yang mengular di loket 21, pada sebuah Sabtu siang yang mendung. Jadi kami pikir untuk menonton film selain dua film itu saja, biar lebih leluasa memilih tempat duduk di dalam studio. Di antara daftar film lainnya itu, pilihan kami jatuh pada Jumanji : Welcome to the Jungle, film yang tampak “lumayan” dibandingkan sebuah film horror dan sebuah romance anak SMA (no offense, saya gelian sama yang namanya romance, apalagi romance lokal, hehe). Alasan sebenarnya sih karena teman saya sudah nonton film Coco dan Wonder duluan, jadi saya sebagai orang yang ditraktir manut saja pas dibeliin tiket Jumanji. *LOL, abaikan.

Continue reading

Advertisements

Review : The Catcher in The Rye by J.D. Salinger

31448729The Catcher in the Rye by J.D. Salinger

My rating: 2 of 5 stars

“Aku selalu membayangkan ada begitu banyak anak kecil bermain-main di sebuah ladang gandum yang luas. Ribuan anak kecil dan tak satu pun orang – maksudku orang dewasa – ada di sekitar tempat itu. Kecuali aku sendiri. Dan aku berdiri di pinggir sebuah tebing yang mengerikan. Yang harus kulakukan adalah menangkap semua anak begitu mereka mulai menghambur ke pinggir tebing – maksudku kalau mereka berlarian dan tidak memperhatikan arah. Lalu aku akan muncul entah dari mana dan menangkap mereka. Itu yang akan kulakukan sepanjang hari. Aku hanya ingin jadi seorang tukang tangkap, si penangkap, sang penyelamat di ladang gandum. Aku tahu ini kedengarannya gila, tapi itu satu-satunya hal yang ingin aku lakukan. Aku tahu ini gila.” (hal. 242)

Buku yang masuk ke dalam daftar 100 Best Novel of All Time ini menceritakan keseharian seorang remaja bernama Holden Caulfield. Tak seperti tokoh utama dalam kebanyakan novel remaja, Holden bukanlah seorang anak yang memiliki kekuatan atau terpilih untuk melakukan suatu misi yang akan mengubah dunia atau hidup orang-orang di sekitarnya. Yah, Holden adalah seorang anak yang rebelious, kritis, serta merasa tak cocok dengan orang-orang di sekitarnya. Dan buku ini hanya menceritakan tentang keluh kesah Holden dalam menjalani hari-harinya di sekolah, sampai ia dikeluarkan tanpa memberitahu kedua orangtuanya. Bisa dikatakan ini semacam Diary of A Wimpy Kid versi klasik. Bisa jadi memang novel inilah yang menginspirasi serial diari si bocah tengil itu (bisa dicek pada rekaman wawancara Jeff Kinney berikut: http://www.bbc.co.uk/programmes/p02ndbws)

Lantas, apa yang menjadikan The Catcher in The Rye masuk ke dalam kategori buku terbaik dan berpengaruh sepanjang masa? Continue reading

Review: Animal Farm by George Orwell

24945435Animal Farm by George Orwell

My Rating: 4 of 5 stars

Novel ini pertama kali terbit pada tahun 1945 dan merupakan sebuah bentuk kritik terhadap totaliterisme Uni Soviet pada masa PD II. Meski telah berusia puluhan tahun, novel yang melejitkan nama George Orwell di dunia kesusasteraan ini masih laris dibaca. Karena memang, salah satu keistimewaan sebuah karya sastra adalah relevansi isu atau temanya yang tak lekang oleh jaman.

Dalam novel ini, Orwell menciptakan sebuah alegori politik yang disampaikan secara satir. Dikisahkan bahwa pada suatu hari terjadi pemberontakan oleh para binatang di Peternakan Manor. Dipimpin oleh dua ekor babi, Napeoleon dan Snowball, para binatang ternak itu berusaha memerdekakan nasib kaum binatang dari perbudakan yang dimanfaatkan manusia. Continue reading

Yang Layak Viral Dari Beauty and The Beast

(Source: IMDb.com)

Setelah beberapa pekan bertengger di layar bioskop, film Beauty and the Beast (BaTB) akhirnya turun layar juga. Pada waktu awal rilisnya, sempat ramai kabar soal wacana pemboikotan film ini oleh sebagian pihak. Kabarnya sih, karena BatB ini menyisipkan unsur LGBT. Sosial media pun ramai oleh peringatan untuk tidak menonton film ini, terutama bagi anak-anak.

Continue reading