Kembali ke Puisi

Sudah memasuki bulan kedua, tampaknya saya sedang kekurangan inspirasi untuk mencurahkan apapun ke dalam postingan blog. Yang terakhir adalah bulan Desember, anggap saja sebagai penutup akhir tahun.

Ada banyak sekali bahan cerita yang bisa saya olah, event yang saya datangi dan tentu saja pemikiran-pemikiran tak karuan yang bertengger bak tumor di kepala, kian waktu kian akut. Sayangnya, entah kenapa selalu ada rasa enggan. Continue reading

Kejengahanku – Pada Hujan #1

Aku merasa kasihan. Pada ilalang kering, angin gersang, debu jalanan, retakan tanah. Adakah yang sudi menyelipkan mereka pada bait puisi, dimana rindu dan manisnya kata-kata cinta ikut digoreskan? Lelah sudah mataku membaca rayuan dalam sajak-sajak hujan, penantian akan kehangatan, kutipan cengeng tentang airmata yang dapat mereka samarkan, sungguh membuatku bosan. Mungkin saja sekali aku juga pernah menggilainya. Tapi hujan, kini terlalu pasaran. Seperti wujudnya, yang selalu datang keroyokan.

1372189356_save-for-a-rainy-day1

Aku benci. Orang-orang menjadi Continue reading