Buku Sastra yang Mudah Dibaca

Istilah sastra identik dengan karya-karya yang filosofis, simbolis, dan memiliki gaya bahasa tinggi. Karya sastra memang punya peran penting bagi peradaban, penulis-penulisnya kerap menjadi sosok yang diagungkan. Penghargaan Nobel yang bergengsi juga memiliki segmen khusus untuk mengapresiasi kategori sastra. Maka tak heran jika sastra cenderung memiliki penggemar yang eksklusif. Tak semua orang suka membaca karya sastra. Kebanyakan orang lebih memilih bacaan yang mereka anggap ringan untuk mengisi waktu luang. Ini sah-sah saja karena bagi banyak orang, kegiatan membaca itu adalah untuk relaksasi dan menenangkan pikiran, bukan justru untuk menambah mumet pikiran. Tak heran pula jika buku sastra tidak selaris buku genre populer lain yang banyak beredar di pasaran.

literature-tuition-online-singapore

“Sastra itu rumit.”

“Duh, saya gak ngerti kalau bahas buku sastra. Gak kesampean.”

Kalimat-kalimat bernada demikian sering saya dengar. Sebetulnya gak baca buku sastra dan lebih memilih buku populer juga gak apa sih. It’s a matter of preference. Yang kenapa-kenapa itu kalau gak baca buku sama sekali, kan bisa runtuh generasi kita nanti. Hehehe.

Jadi, sastra itu rumit apa enggak? Continue reading

Advertisements

Mengintip Dunia Sukab Bersama SGA

csng03hukaaxh1s-jpg-largeBagi yang memperhatikan dunia sastra Indonesia, nama Seno Gumira Ajidarma (SGA) tentu sudah tidak asing terdengar. Tulisan-tulisan beliau sudah sangat sering berseliweran di koran-koran nasional. Cerpen dan essaynya sangat khas dengan tokoh bernama Sukab.  Dalam rangkaian acara Pekan Literasi Kebangsaan yang bertempat di Gedung Indonesia Menggugat, tepatnya pada hari Selasa, 06 Desember 2016, SGA berbagi kisah tentang kumpulan cerpennya dari periode tahun (1985-2014) yang berjudul Dunia Sukab. Continue reading