Flashback 2016 : Menoleh Kembali

2017 Calender on the red cubes

2017 Calender on the red cubes

Selamat tahun baru! Ini adalah postingan pertama di tahun 2017. Yeay! Di awal tahun, orang berbondong-bondong menulis resolusi. Pasalnya, tahun baru = harapan dan mimpi-mimpi baru. Akan tetapi, saya tidak akan menulis resolusi di sini. Malahan, saya mau bernostalgia, mengenang kembali momen-momen di tahun 2016. Kenapa? Gak bisa move on? Plis, deh…

Seperti kata bapak proklamator kita, “JAS MERAH. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah!” Seperti itu saya percaya bahwa masa-masa yang telah lalu berfungsi seperti kaca spion yang perlu sesekali kita tengok demi mencapai tujuan di depan dengan lancar dan selamat. Nah, dengan menyadari hal-hal apa saja yang telah kita alami di tahun sebelumnya, bisa menjadi pelajaran dan monitor untuk mendapatkan target kita di tahun selanjutnya. Continue reading

Kamera Ponsel : Pembuktian Bahwa Liburanmu Adalah Fakta

Asus Zenfone Laser giveaway

NO PICTURE = HOAX

Sepertinya kita sudah tidak asing lagi dengan pernyataan di atas. Sejak teknologi mulai mendominasi di kehidupan sehari-hari, informasi jadi makin lebih mudah terakses. Namun akses yang mudah juga membuat orang-orang menjadi mudah curiga dan penuh prasangka, apa hal tertentu itu benar atau rumor jadi-jadian semata. Oleh karena itu pernyataan “no picture = hoax” menjadi viral di internet atas rasa kehati-hatian masyarakat terhadap suatu berita.

Nah, tentunya kita juga gak mau donk kalau orang-orang menganggap kita tukang ngibul cuma gara-gara kita gak punya bukti bahwa kita sudah atau sedang melakukan sesuatu, pergi liburan misalnya? Continue reading

Pose Lorentz “Tiga Jari” (Nostalgia Putih Abu Lagi!)

Guten Tag.. Wilujeng siang.. Udah lama vakum cleaner nih, eh vakum ngeblog maksudnya hahaha…

Saya mau review foto jadul waktu SMA lagi ah…

Oh iya, sebelumnya saya mau nanya nih. Kalau misalnya teman-teman difoto, biasanya suka sambil pose kayak gimana? Eh, tapi ini foto nonformal ya, maksudnya. Kalau foto buat KTP, ijazah atau buku nikah kan gak bisa pose tuh, apalagi kalau pengennya pose kayang kan jadi gimana…gitu. XD

Survey saya nih, kebanyakan orang-orang kalau difoto pasti posenya sambil gini :

1348638108_peace-sign-coloring-pages-31 Iya, ini adalah Peace Sign alias lambang damai. Gak ngerti deh kenapa dinamain begitu, padahal kalau emang iya tanda damai bisa gak ya, pas di peperangan terus ngacungin dua jari kayak gini, terus damai deh gak jadi perangnya? *dibom Israel*

Well, setahu saya ini asalnya dari komunitas Reggae, Rastafara, Hiphop gitu deh.

Terus sempat jadi prototipe pose fotonya orang-orang Asia, kan banyak tuh foto anime, otaku, seleb Korea, siswi-siswi SMA Jepang yang sok-sok kawaii yang pake pose ini. Emang menjamur sih, jujur saya juga sering pose kayak begini haha Continue reading

Tempe & Tahu … Tahu & Tempe

ttue

Tatkala temperatur terik terbakar terus, tukang tempe tetap tabah, “Tempe-tempe”, teriaknya.
Ternyata teriakan tukang tempe tadi terdengar tukang tahu, terpaksa teriakannya tambah tinggi, “Tahu-tahu-tahu!” “Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya terkenal!!”, timpal tukang tempe .

Tukang tahu tidak terima,”Tempenya tengik, tempenya tawar, tempenya terjelek!”
Tukang tempe tertegun, terhenyak, “Teplakkk…!” tamparannya tepat terkena tukang tahu.

Tapi tukang tahu tidak terkalahkan, Continue reading

Ketika TA Menjadi Bu(d)aya : Solidaritas di Tengah Kampus

Saya benar-benar tidak mengerti.

Dulu, ketika saya masih setingkat SMP, kata TA baru saya dengar dari teteh saya yang emang udah kuliah. Di schedule board-nya tercantum notes-notes dengan tulisan TA beserta deadline-nya. Saya iseng tanya, TA itu apa? Ternyata jawabannya adalah Tugas Akhir. Tugas yang diberikan dosen setelah materi perkuliahan habis, biasaya menjelang ujian atau sidang (begini kalau gak salah, lupa soalnya dulu saya masih remaja yang polos -_-). Ok, yang pasti nyangkut di otak saya, TA –> Tugas Akhir.

Sekarang ketika masanya saya yang jadi mahasiswa, ternyata berbeda. Saya memang sering dapat tugas, tapi baik teman-teman saya maupun kakak tingkat tidak pernah menyebutkan TA, cukup tugas saja. Tapi ternyata pernah waktu itu untuk pertama kalinya saya mendengar kata TA lagi. Saya yang melintasi sekelompok mahasiswa yang sedang ngobrol (sepertinya kakak tingkat) mendengar salah seorang dari mereka berkata : “Oy, si Anu sms nih. Katanya nanti kalo masuk dia minta TA”.

Oh, ternyata TA belum punah. Pikir saya waktu itu. Heran juga sih, ada mahasiswa yang Continue reading